Pemerintah Harus Terlibat dalam Perluasan Layanan Jaringan Tri-Indosat

Leo Dwi Jatmiko
Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:14 WIB
Ilustrasi. Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3/2020)./Bisnis.com
Ilustrasi. Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3/2020)./Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan (Kemenkominfo) terlibat aktif dalam mengarahkan penggelaran jaringan gabungan perusahaan PT Indosat Tbk. (ISAT) dengan PT Hutchison 3 Indonesia.

Pembangunan di wilayah timur Indonesia diharapkan menjadi prioritas gabungan kedua perusahaan ke depannya. Bagi perusahaan Tri-Indosat, ekspansi jaringan merupakan investasi jangka panjang yang akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan jumlah pelanggan.

Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa Kemenkominfo perlu terlibat dalam penggelaran jaringan perusahaan gabungan Tri-Indosat, dengan memberikan peta jalan pembangunan jaringan beberapa tahun ke depan.

Dengan memiliki peta jalan, Tri-Indosat akan terpacu untuk menggelar jaringan di daerah yang belum terlayani.

“Secara permodalan mereka lebih kuat dan ada relokasi menara juga. Jangan hanya ke Sumatra dan Kalimantan, ke timur Indonesia juga,” kata Ian, Minggu (17/10/2021).

Dia menuturkan, untuk mendorong pembangunan di daerah timur Indonesia, pemerintah perlu terlibat. Dengan lisensi operasional yang berlaku nasional, maka pembangunan jaringan oleh Tri-Indosat juga harus dilakukan secara nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura mengatakan, Tri dan Indosat dapat saling berbagi beban dalam pembangunan jaringan wilayah yang belum terlayani.

Misalnya, kata Tesar, Indosat mendapat jatah pembangunan jaringan di Kalimantan, sedangkan Tri membangun di Maluku dan Papua.

Tesar menjelaskan, masuknya kedua perusahaan it uke daerah baru akan menjadi peluang untuk menambah jumlah pelanggan. Apalagi, pertumbuhan jumlah pelanggan juga akan membuat jaraknya keduanya semakin dekat dengan Telkomsel sebagai pemimpin pasar.

“Mereka bisa berbagi jaringan, dan secara operasional perusahaan juga bisa dibagi-bagi,” kata Tesar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper