Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sulit Jadi Unikorn, Startup B2B Justru Lebih Menguntungkan

Perusahaan rintisan dengan model business to business (B2B) diprediksi masih akan tertinggal dari startup dengan model business to customer (B2C), karena perbedaan pasar yang diincar.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  18:28 WIB
Ilustrasi startup -
Ilustrasi startup -

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan dengan model business to business (B2B) diprediksi masih akan tertinggal dari startup dengan model business to customer (B2C), karena perbedaan pasar yang diincar.

Meski demikian, secara kesehatan kinerja, perusahaan rintisan B2B dinilai lebih baik dibandingkan dengan startup yang mengincar pasar B2C.

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura menilai, dominasi segmen B2C dalam jumlah unikorn di Asia Tenggara, disebabkan oleh peningkatan valuasi yang lebih mudah.

Perusahaan rintisan cukup menebar promo secara besar-besaran secara konsisten untuk mendongkrak nilai transaksi dan valuasi. Alhasil, mereka dapat tumbuh sebagai unikorn dengan lebih cepat.

“B2C yang dilihat adalah valuasi. Jika tujuannya startup hanya ingin jadi unicorn, maka kejar ritel atau B2C,” kata Tesar, Rabu (13/10/2021).

Adapun, jika tujuan perusahaan rintisan untuk menjadi perusahaan yang untung dan andal, menurut Tesar, pasar korporasi lebih baik.

Dia mengatakan, perusahaan rintisan yang mengincar segmen B2B memiliki perhitungan bisnis dan pemasukan yang lebih jelas.

Perusahaan rintisan segmen B2B, perkiraan Tesar, jumlahnya tidak akan pernah lebih besar dibandingkan dengan B2C yang menjadi unikorn. Model perhitungan kedua perusahaan pun berbeda.

“Kalau B2B sudah pasti jarang ada unikorn karena cara bermainnya berbeda. Real perusahaan adalah B2B,” kata Tesar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Unicorn
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top