Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Hiatus 3,5 Juta Tahun, Komet Terbesar di Semesta Mulai Mendekati Bumi

Komet Bernardinelli-Bernstein melakukan perjalanan sejauh 40.000 AU, jauh ke dalam awan Oort yang misterius, menurut para peneliti.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 Oktober 2021  |  16:59 WIB
Komet Bernardinelli/Bernstein
Komet Bernardinelli/Bernstein

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah komet besar, mungkin yang terbesar yang pernah terdeteksi diprediksi tengah meluncur menuju tata surya bagian dalam dengan perkiraan waktu kedatangan 10 tahun dari sekarang, menurut penelitian baru yang diterbitkan di server pracetak arXiv.org.

Komet tersebut, yang dikenal sebagai komet Bernardinelli-Bernstein (atau C/2014 UN271, dalam bahasa astro), memiliki lebar setidaknya 62 mil (100 kilometer) atau sekitar 1.000 kali lebih besar daripada komet biasa. Ukurannya sangat besar sehingga para astronom sebelumnya salah mengiranya sebagai planet kerdil, menurut pernyataan yang mengumumkan penemuan komet pada Juni 2021.

Namun, analisis lebih dekat terhadap objek tersebut mengungkapkan bahwa objek tersebut bergerak cepat melalui awan Oort, tumpukan batu es yang luas, miliaran mil dari Bumi. Objek itu tampaknya menuju ke arah kita, dan bahkan memiliki ekor bercahaya, atau "koma", di belakangnya indikasi yang jelas dari komet es yang mendekati tata surya bagian dalam.

Sekarang, para peneliti telah mempelajari komet besar secara lebih rinci, dan mereka memiliki perkiraan baru tentang perjalanannya menuju matahari.

Sebagai permulaan, batu besar itu diperkirakan tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Saat ini, Bernardinelli-Bernstein (BB) sedang melintasi awan Oort dengan jarak sekitar 29 kali jarak antara Bumi dan matahari, atau 29 unit astronomi (AU). Pendekatan terdekat komet ke Bumi akan terjadi sekitar tahun 2031, ketika para ilmuwan memperkirakan komet akan menukik dalam jarak 10,97 AU dari matahari, menempatkannya tepat di luar orbit Saturnus, menurut para peneliti.

Meskipun jaraknya cukup jauh dari Bumi sehingga manusia tidak akan dapat melihat komet tanpa teleskop, itu jauh lebih dekat daripada kunjungan terakhir batu itu ke bagian tata surya kita. Setelah memodelkan lintasan komet, penulis studi menghitung bahwa komet BB melakukan pendekatan terakhirnya 3,5 juta tahun yang lalu, datang dalam jarak 18 AU dari matahari.

Sejak itu, komet melakukan perjalanan sejauh 40.000 AU, jauh ke dalam awan Oort yang misterius, menurut para peneliti.

"Kami menyimpulkan bahwa BB adalah komet 'baru' dalam arti bahwa tidak ada bukti untuk pendekatan sebelumnya yang lebih dekat dari 18 AU," tulis para peneliti dalam studi mereka; dengan kata lain, manusia belum pernah melihatnya sebelumnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meteor Komet
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top