Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Faktor Penyebab Kabel Bawah Laut Alami Kerusakan: Alam, Manusia, Kelalaian

Faktor penyebab kerusakan kabel serat optik bawah laut, yang juga terjadi pada IndiHome beberapa waktu lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2021  |  05:23 WIB
Ilustrasi kabel bawah laut - PCMag
Ilustrasi kabel bawah laut - PCMag

Bisnis.com, SOLO - Kabel bawah laut yang mengalami kerusakan bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Kerusakan paling parah yang bisa terjadi pada kabel bawah laut yakni saat kabel putus total.

Parahnya kerusakan yang terjadi mempengaruhi transmisi data di dalamnya, yang disebut juga sebagai fault.

Jika itu yang terjadi, kerusakannya bisa dialami sekaligus pada bagian serat optik maupun kabel tembaga konduktor.

Bagian yang rusak tersebut berfungsi membawa data komunikasi, sedang bagian kedua menghantar arus listrik untuk memperkuat sinyal repeater yang digunakan di sepanjang sistem kabel.

Terbaru, jaringan Telkom IndiHome sempat mengalami gangguan internet hingga beberapa hari yang disebabkan karena perbaikan kabel bawah laut.

Terdapat beberapa penyebab kerusakan kabel bawah laut menurut laporan dari Komite Proteksi Kabel Internasional (ICPC) dan The National Bureau of Asian Research dalam Maritime Awareness Project.

Penyebab ini mungkin juga yang dihadapi Telkom di Batam.

Kelalaian

Kerusakan kabel bawah laut paling sering disebabkan kesalahan dan kelalaian manusia.

Penggunaan peralatan aktivitas perikanan komersial menyumbang 40 persen kasus gangguan kabel.

Sebanyak 15 persen kejadian gangguan lainnya disebabkan insiden jangkar, semisal buang jangkar tidak benar, di luar wilayah yang ditetapkan, jangkar terbawa arus, ataupun kebutuhan darurat buang jangkar.

Faktor human error lainnya termasuk pengerukan dan penimbunan laut, aktivitas migas, pembangunan energi dan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, proyek hidrokinetik, konversi energi termal laut, operasi penambangan laut dalam dan proyek-proyek energi terbarukan yang lain.

Sabotase

Aktivitas manusia yang sengaja merusak kabel bawah laut juga pernah terjadi.

Potensi sabotase muncul saat terjadi konflik atau kejahatan terorisme transnasional, namun hal ini sangat jarang kasus yang terjadi.

Pemadaman internet massif di Mesir pada 2008 adalah satu contohnya yang terkenal.

Saat itu tiga kabel ditemukan terpotong dan Penjaga Pantai Mesir menangkap sejumlah penyelam yang disangka hendak memutus kabel yang keempat.

Pada 2010, teroris juga memotong kabel bawah laut dekat Cagayan de Oro di Filipina.

Bencana alam

Bencana alam seperti gempa, tsunami, taifun dan longsor bawah laut memberi ancaman yang signifikan terhadap jaringan kabel bawah laut.

Menyusul tsunami dari gempa megathrust Laut Andaman-Sumatera pada 26 Desember 2004, misalnya.

Satu kabel bawah laut di Afrika Selatan dilaporkan rusak karena terjangan puing dan material lain yang diseret gelombang laut usai menerjang daratan.

Pada 2006, gempa berkekuatan Magnitudo 7 di Taiwan merusak sampai delapan kabel bawah laut dan langsung mengganggu aliran data dan komunikasi dari Taiwan ke Hong Kong, Asia Tenggara dan Cina daratan.

Lalu, juga di Taiwan, Taifun Morakot membangkitkan sedimen di dasar laut yang merusak sedikitnya sembilan kabel di lepas pantai Taiwan di kedalaman lebih dari 4.000 meter dan pada jarak 300 kilometer dari pantai.

Pada tahub 2015, seluruh layanan finansial seperti kartu kredit dan mesin ATM lumpuh total di Pulau Mariana akibat adanya taifun yang merusak kabel serat optik bawah laut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabel bawah laut indihome

Sumber : Tempo

Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top