Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanda-Tanda Startup Lokal Bakal Jadi Unikorn

Amvesindo menyebut potensi perkembangan startup lokal untuk menjadi unikorn semakin besar selama pandemi ini.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 23 September 2021  |  18:32 WIB
Tanda-Tanda Startup Lokal Bakal Jadi Unikorn
Ilustrasi - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi pasar yang stabil dan bergeliat selama pandemi menjadi indikator bahwa perusahaan rintisan yang terdapat di sektor tersebut berpeluang untuk naik kelas menjadi unikorn. Sektor logistik, finansial hingga edukasi teknologi menjadi sektor yang tangguh dan tumbuh.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Wihardja mengatakan perkembangan perusahaan rintisan menuju unikorn sudah terlihat sejak tahun lalu. Saat pandemi Covid-19 hadir, beberapa perusahaan rintisan ‘mendapat berkah’ yang membuat jumlah transaksi di perusahaan tersebut meningkat pesat.

Alhasil, investor tertarik untuk menyalurkan modal yang kemudian mengangkat status mereka menjadi unikorn. Investor melihat dari target pasar yang mereka capai terus tumbuh besar.

“Itu yang membuat mereka terjustifikasi menyandang predikat sebagai unikorn,” kata Edward, Kamis (23/9/2021).

Edward mengaku kesulitan untuk memperkirakan perusahaan rintisan mana yang akan lebih dahulu naik kelas. Akulaku, Kopi Kenangan, SiCepat, dan Ruangguru memiliki peluang yang sama untuk tumbuh, bahkan seandainya pandemi Covid-19 tidak terjadi lagi.

Sebagai gambaran, dia memperkirakan pasar Kopi Kenangan dapat tumbuh lebih pesat jika pandemi Covid-19 berakhir. Saat itu penjualan luring Kopi Kenangan akan meningkat, seperti penjualan daring mereka.

Sektor logistik yang menjadi fokus SiCepat, juga akan terus terkerek oleh platform dagang el, yang tumbuh karena jumlah orang yang belanja di kanal digital makin banyak.

Sekadar informasi, Facebook dan Bain & Company memperkirakan pertumbuhan konsumen digital di Indonesia pada akhir 2021 mencapai 165 juta konsumen digital, bertambah 21 juta dibandingkan dengan akhir 2020 yang hanya mencapai 144 juta tahun lalu.

“Jadi animonya besar dan sepertinya pertumbuhannya akan besar terus,” kata Edward.

Adapun mengenai Ajaib yang dikabarkan baru naik kelas menjadi Unikorn, menurut Edward, hal tersebut masuk akal karena generasi milenial ternyata tidak hanya tertarik dana di bank saja, juga di platform digital.

Berdasarkan informasi yang beredar Ajaib baru saja menerima pendanaan senilai US$150 juta, yang mengantarkan mereka sebagai unikorn baru. Kabar tersebut belum terkonfirmasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top