Produk Telkomsel Ini Mampu Raup 2,5 Juta Pelanggan pada Kuartal II/2021

Leo Dwi Jatmiko
Kamis, 2 September 2021 | 21:00 WIB
Petugas Telkomsel meninjau peningkatan kapasitas jaringan di salah satu BTS di Sumatra Bagian Selatan. istimewa
Petugas Telkomsel meninjau peningkatan kapasitas jaringan di salah satu BTS di Sumatra Bagian Selatan. istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Produk prabayar digital milik Telkomsel, by.U, tercatat telah melayani 2,5 juta pelanggan pada kuartal II/2021.

Jumlah tersebut bertambah sekitar 600.000 pelanggan atau 31,57 persen jika dibandingkan dengan kuartal I/2021 yang mencapai 1,9 juta pelanggan.

“by.U mencatatkan pertumbuhan pelanggan yang positif hingga mencapai sekitar 2,5 juta pelanggan,” tulis dalam info memo Telkom semester I/2021 yang dikutip, Kamis (2/9/2021).

Telkomsel memperkenalkan by.U pada Oktober 2019. Saat itu Direktur Utama Telkomsel masih dijabat oleh Emma Sri Martini. Pada Juli 2021, by.U sudah diunduh sebanyak 6,5 juta kali.

Pada saat itu, Vice President by.U Trio Lumbantoruan mengatakan Telkomsel akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan para pengguna by.U, khususnya dalam kondisi serba sulit di masa pandemi Covid-19.

"Misalnya anak by.U meminta dibuatkan fitur kirim pulsa atau kuota ke temannya, kami dengarkan dan realisasikan fitur tersebut," ujarnya.

Dia menuturkan fitur-fitur di aplikasi by.U akan terus dikembangkan tanpa melupakan kebutuhan dari pelanggan. Generasi muda Indonesia merupakan target utama by.U.

Secara umum, per kuartal II/2021, Telkomsel telah melayani 169 juta pelanggan, bertambah 9,1 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 juta merupakan pengguna data aktif, tumbuh 12 persen secara tahunan. Pertumbuhan jumlah pengguna data ini mendorong pertumbuhan bisnis digital Telkomsel.

Alhasil kontribusi bisnis digital terhadap total pendapatan menjadi meningkat dari 72 persen pada kuartal II/2020 menjadi 78 persen pada kuartal II/2021.

Telkomsel sendiri mencatatkan total pendapatan senilai Rp43,17 triliun pada periode Januari - Juni 2021, turun 1,9 persen secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper