Semester II/2021, Zyrex Siap Genjot Penjualan Laptop

Akbar Evandio
Senin, 30 Agustus 2021 | 22:50 WIB
Jajaran direksi dan komisaris PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) dalam seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia./Istimewa
Jajaran direksi dan komisaris PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) dalam seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia./Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Zyrexindo Mandiri Buana, Tbk. mengumumkan hasil kinerja keuangan perusahaan tengah tahun yang mencatatkan total aset sebesar Rp 276,9 miliar.

Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. (ZYRX) Timothy Siddik mengatakan hasil tersebut menunjukkan kenaikan signifikan akan total aset sebesar 53 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 129,6 miliar pada 2020.

“Kenaikan aset yang signifikan tersebut didominasi oleh kenaikan posisi kas karena penerimaan uang muka dari pelanggan dan meningkatnya persediaan bahan baku laptop untuk penjualan pada semester II/2021,” ujarnya lewat rilisnya, Senin (30/8/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan kenaikan aset juga diiringi dengan kenaikan posisi liabilitas sebesar 46% dari Rp 77,7 miliar menjadi Rp 144 miliar dan kenaikan posisi ekuitas sebesar 61 persen dari Rp 51,9 Miliar menjadi Rp 132,9 Miliar.

Kendati demikian, dia mengatakan Perseroan mengalami penurunan penjualan secara yoy. Adapun, penurunan penjualan pada semester I/2021 dibandingkan 2020 disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, seasonality di industri IT di mana pada semester I umumnya membukukan penjualan yang lebih rendah dibandingkan semester II.

“Namun, tidak seperti biasanya pada 2020 Perseroan membukukan penjualan yang cukup tinggi pada semester I yang disebabkan carry over penjualan untuk pengadaan peralatan pendidikan pada 2019, sehingga penjualan semester I/2020 sangat tinggi,” tuturnya.

Dia melanjutkan, perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 49 persen secara yoy dari Rp 162,6 miliar pada 2020 menjadi Rp 82,6 miliar pada 2020, di mana penurunan lenjualan turut menurunkan Laba Bersih tahun berjalan sebesar 90 persen dari Rp 32,3 miliar pada 2020 menjadi Rp 3,5 miliar pada 2020.

Adapun laba bersih per saham atau earning per share (EPS) pada 2021 sebesar Rp2,95 turun dibandingkan 2020 sebesar Rp71,6.

Dia mengatakan, dengan menurunnya Penjuplan, beban pokok pendapatan perseroan tercatat turun 38,3 persen yoy dari Rp105,6 miliar menjadi Rp65,2 miliar, sehingga perseroan berhasil mengantongi Laba Kotor sebesar Rp17,5 miliar, turun 69,37 persen yoy dari Rp 57 miliar pada tahun 2020.

Penurunan laba bersih juga disebabkan oleh biaya pasca-pnawaran umum perdana saham (IPO) yang cukup besar. Selain itu, terdapat kenaikan beban bunga pinjaman yang cukup signifikan, di mana pinjaman tersebut digunakan untuk pembelian bahan baku laptop.

“Saat ini, perseroan sedang mempersiapkan bahan baku laptop untuk penjualan di semester II di sektor retail dan pengadaan pemerintah, sehingga terjadi peningkatan yang signifikan pada posisi persediaan dari Rp 33,1 miliar pada 2020 menjadi Rp80,8 miliar pada tahun ini,” tuturnya.

Hal tersebut juga tercermin pada arus kas perseroan, di mana penerimaan dari pelanggan dan pembayaran kepada pemasok mengalami kenaikan yang cukup besar.

Dengan demikian, dia optimistis penjualan akan mengalami kenaikan signifikan dan tercatat pada semester II/2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper