Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsolidasi Tri - ISAT Tak Pengaruhi Rencana XL Axiata Akuisisi Link Net

Meski rencana konsolidasi Tri dan Indosat batal, XL Axiata diyakini tetap melanjutkan rencana mereka untuk mengakuisisi mayoritas saham First Media di Link Net. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  17:18 WIB
Konsolidasi Tri - ISAT Tak Pengaruhi Rencana XL Axiata Akuisisi Link Net
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat dan akademisi menilai keputusan konsolidasi PT Indosat Tbk. (ISAT) dengan PT Hutchison 3 Indonesia yang akan diputuskan hari ini Senin (16/8/2021) tidak akan berdampak pada rencana PT XL Axiata Tbk. dalam mengakuisisi saham PT Link Net Tbk. 

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward menilai XL Axiata memiliki posisi yang cukup kuat di pasar telekomunikasi Indonesia.

Terealisasi atau tidak terealisasi konsolidasi Indosat dengan Tri Indonesia, ia menyakini hal itu tidak akan mempengaruhi rencana XL untuk mengakuisisi 66 persen saham Link Net. 

“Posisi XL kuat. LinkNet dengan First Medianya dan pemilik kawasan Lippo yang membuatnya menjadi sangat menarik,” kata Ian, Senin (16/8/2021). 

Tidak hanya itu, kata Ian, merger Tri - Indosat juga tidak akan berdampak pada bisnis PT Smartfren Telecom Tbk. Perusahaan berkode saham FREN itu memiliki segmen pasar yang berbeda dengan Tri dan Indosat. 

Senada, Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura berpendapat jika rencana konsolidasi Tri dan Indosat batal, XL Axiata tetap akan melanjutkan rencana mereka untuk mengakuisisi mayoritas saham First Media di Link Net. 

XL, kata Tesar, justru akan merugi jika batal mengakuisisi karena peluang mereka untuk ekspansi jaringan menjadi makin berat dan lama. Dengan akuisisi saham Link Net, XL dapat masuk ke pasar baru - minimal milik Lippo Group - tanpa harus menggelar jaringan dari awal. 

“Menurut saya tetap berjalan [akuisisi Link Net] tidak ada alasan buat XL untuk membatalkan,” kata Tesar. 

Sementara itu, Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan saat ini perseroan masih melakukan uji tuntas yang merupakan bagian dari tahapan proses akuisisi. Untuk perkembangan dan detailnya, XL Axiata belum bisa menyampaikan.

Meski demikian, Ayu memastikan proses uji tuntas tidak akan terpengaruh oleh keputusan konsolidasi antara Indosat dengan Tri. Terealisasi atau tidak konsolidasi kedua perusahaan, XL Axiata tetap akan memproses uji tuntas untuk akuisisi saham Link Net. 

“Tidak ada hubunganya antara hal tersebut dengan keputusan kami untuk proses akuisisi LinkNet,” kata Ayu. 

Sekadar informasi, hari ini, Senin (16/8/2021) adalah batas tenggat pembahasan eksklusif pemegang saham Tri dan Indosat untuk memutuskan nasib merger Indosat dengan 3 Indonesia. Kedua pemegang saham sempat memperpanjang tenggat sebanyak 2 kali. 

Indosat dan Tri mencatatkan kinerja perusahaan yang berbeda selama pandemi. Indosat cenderung kokoh dengan membukukan pendapatan senilai Rp14,98 triliun pada kuartal II/2021, naik 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Layanan selular, MIDI, dan telekomunikasi tetap milik Indosat Ooredoo masing-masing memberikan kontribusi sebesar 82,8 persen, 15,3 persen, dan 1,9 persen terhadap pendapatan usaha konsolidasian yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2021. 

Pendapatan selular meningkat sebesar 11,3 persen yoy pada semester I/2021, terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan data yang mengimbangi penurunan pendapatan telepon, SMS, dan pendapatan handset

Sementara itu, PT Hutchison 3 Indonesia, entitas anak CK Hutchison di Indonesia yang bergerak di bidang operator seluler, membukukan kontraksi pendapatan dan laba sepanjang semester I/2021. Penurunan pendapatan yang dibukukan Tri Indonesia berkisar 5,44 persen, dari posisi 3,95 juta dolar Hong Kong menjadi 3,75 juta dolar Hong Kong. 

Nilai tersebut setara dengan Rp6,93 miliar [kurs Rp1.850 per dolar Hong Kong]. Sementara itu, kontraksi laba EBITDA menyentuh 9,89 persen ke posisi 810 juta dolar Hong Kong, atau sekitar Rp1,49 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata indosat akusisi link net
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top