Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Cek Hambatan Bisnis Menara Telekomunikasi Tahun Ini

Pengamat telekomunikasi memprediksi sejumlah hambatan dalam bisnis menara pada tahun ini.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 Agustus 2021  |  13:12 WIB
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Ekspansi jaringan operator seluler yang melambat karena pandemi dan rencana merger Tri Indonesia dengan Indosat, dikhawatirkan menjadi penghambat pertumbuhan bisnis menara tahun ini.

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura menduga sejumlah operator seluler menahan diri untuk ekspansi jaringan selama pandemi. Daya beli masyarakat menurun dan pengetatan pergerakan membuat operator seluler berpikir ulang, karena tidak menguntungkan.

Tanpa adanya ekspansi jaringan ke daerah baru, kata Tesar, bisnis menara telekomunikasi menjadi sepi. Tidak ada tambahan penyewa baru di menara-menara yang telah tertancap di sejumlah wilayah.

“Kalau mau ekspansi jaringan, operator melihat momentum ini kurang pas. Ekonomi sulit. Orang memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting,” kata Tesar, Jumat (6/8/2021).

Tidak hanya itu, Tesar juga berpendapat, jika merger antara PT Hutchison 3 Indonesia dan PT Indosat Tbk. (SIAT) terealisasi, bisnis menara telekomunikasi bakal makin tertekan.

Merger akan membuat jumlah operator seluler menyusut, dari lima operator besar menjadi empat operator. Artinya, jumlah penyewa di menara telekomunikasi juga bakal susut.

Untuk menara telekomunikasi di mana Indosat dan Tri Indonesia berada dalam satu menara, kata Tesar, nantinya salah satu akan berhenti menyewa. Kemudian untuk ekspansi ke wilayah baru, hanya salah satu diantara keduanya, yang bakal hadir dengan jaringan baru.

“Kalau merger berarti nanti yang punya Tri bisa menjadi pusat ISAT dan yang punya ISAT menjadi punya Tri,” kata Tesar.

Sekadar informasi, nasib merger Indosat dan Tri bakal diputuskan paling lambat 10 hari lagi atau pada 16 Agustus 2021. Masing-masing pemegang saham saat ini sedang melakukan pembahasan secara eksklusif.

Indosat dan Tri adalah operator dengan basis pelanggan terbesar nomor 2 dan nomor 4 di Indonesia.

Pada kuartal II/2021, jumlah pelanggan Indosat mencapai 60,7 juta pengguna, sementara Tri sebesar 44 juta pengguna. Gabungan kedua perusahaan akan melahirkan pelanggan dengan basis pelanggan sebesar 104,7 juta pelanggan.

Dari sisi jaringan, PT Indosat Tbk. tercatat telah mengoperasikan 68.759 Base Transceiver Station (BTS) 4G pada kuartal II/2021. Jumlah ini bertambah 15.983 BTS secara tahunan.

Adapun jika dihitung berdasarkan periode Januari - Juni 2021, Indosat berhasil menambah 5.872 BTS 4G. Indosat menargetkan membangun 6.852 BTS 4G pada tahun ini.

Sementara Tri Indonesia telah mengoperasikan lebih dari 31.000 BTS 4G, yang mencakup lebih dari 37.000 desa per 30 Juni 2021. Tri lebih memilih meningkatkan kapasitas jaringan atau mengoptimalkan jaringan yang telah dimiliki pada tahun dibandingkan untuk masuk ke daerah baru.

Ekspansi jaringan Tri, dilakukan secara terbatas atau ke beberapa wilayah pedesaan yang menjadi komitmen Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi menara telekomunikasi hutchison 3
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top