Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Darurat Jadi Ajang Perang Konten Pemain Video Streaming, Kok Bisa?

Televisi kabel dengan pilihan kanal dan acara yang tak bisa dibilang sedikit nyatanya tak lagi cukup memuaskan dahaga masyarakat akan konten-konten hiburan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  19:26 WIB
Streaming film online legal di Youtube lewat Youtube Movies  -  Youtube
Streaming film online legal di Youtube lewat Youtube Movies - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA – Persaingan industri platform layanan streaming video sesuai permintaan (SVoD) dinilai akan mengarah ke perang konten dan layanan sepanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura mengatakan masyarakat semakin rela merogoh koceknya untuk mendapatkan konten-konten hiburan sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

“Mereka sudah tidak peduli platform lokal atau asing, harga mahal atau murah. Asalkan, konten atau film yang mereka inginkan ada di platform tersebut,” ujarnya, Senin (12/7/2021).

Tesar mengatakan PPKM Darurat memang menjadi berkah tersendiri bagi penyedia layanan VoD, tidak hanya di Indonesia saja tetapi juga di seluruh dunia.

Televisi kabel dengan pilihan kanal dan acara yang tak bisa dibilang sedikit nyatanya tak lagi cukup memuaskan dahaga masyarakat akan konten-konten hiburan.

Dia juga mengingatkan pertumbuhan pengguna platform VoD di Tanah Air juga perlu memperhatikan kemungkinan terjadinya resesi karena hal tersebut sangat dipengaruhi oleh seberapa besar daya beli masyarakat.

Sementara itu, berbicara mengenai ketatnya persaingan platform VoD, Tesar menyebut upaya yang yang bisa dilakukan oleh penyedia layanan adalah membidik pangsa pasar yang belum digarap oleh kompetitor.

“Untuk penikmat bola mereka pasti akan mencari tayangan Euro ini jadi kesempatan bagi Mola, kemudian penikmat Bulu Tangkis mencari tayangan Olimpiade Tokyo 2020 di Vidio, peningkatannya bisa sangat besar kalau masing-masing pemain punya konten eksklusif,” ujarnya.

Tesar melanjutkan tidak hanya melesatkan panah pada pangsa pasar yang belum tersentuh, tetapi pemain lokal ke depan harus menciptakan pangsa pasar yang belum ada. Hal ini agar konten lokal dapat menjadi raja di negaranya sendiri.

Berdasarkan data Statista, pendapatan segmen video sesuai permintaan (SVoD) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$411 juta pada 2021 dengan penetrasi pengguna menjadi 16,5 persen pada 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

videostreaming video on demand (vod) PPKM Darurat
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top