Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Google hingga Facebook Bakal Kena Pajak dari Negara G7

Kelompok negara G7 diklaim sepakat untuk mengenakan pajak untuk perusahaan teknologi global seperti Google, Facebook, dan lainnya.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  12:42 WIB
Ilustrasi - Bloomberg / Brent Lewin
Ilustrasi - Bloomberg / Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Para Menteri Keuangan kelompok tujuh (G7) sepakat mendukung pajak minimum global sebesar 15 persen pada perusahaan multinasional. Perusahaan teknologi global seperti Google, Facebook, dan lainnya berpotensi terkena pungutan pajak ini.

Dilansir dari CNN, Senin (7/6/2021), para Menteri yang tergabung dalam kelompok 7 menyepakati bahwa sebuah perusahaan harus membayar pajak di tempat mereka menghasilkan penjualan, bukan hanya di tempat mereka memiliki kehadiran fisik seperti server atau pusat data.

Menteri keuangan Inggris Rishi Sunak mengumumkan kesepakatan itu dalam sebuah video yang diposting di Twitter pada Sabtu, (5/6/2021). Dia mengatakan para menteri keuangan G7 - yang berasal dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS - akan melakukan reformasi pajak.

“Tercapai kesepakatan bersejarah untuk mereformasi sistem pajak global agar sesuai dengan era digital global dan, yang terpenting, untuk memastikan bahwa itu adil sehingga perusahaan yang tepat membayar pajak yang tepat di tempat yang tepat,” kata Rishi.

Kesepakatan itu dibuat selama pertemuan para menteri keuangan G7 di London, yang dihadiri oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen.

Janet mencari dukungan untuk menulis ulang aturan pajak internasional dan mencegah perusahaan-perusahaan Amerika untuk membukukan pendapatan di luar negeri.

Yellen mengatakan bahwa perjanjian itu adalah komitmen yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Komitmen itu lahir untuk mencegah perusahaan menghindari pajak dengan mengalihkan keuntungan ke luar negeri.

"Pajak minimum global itu akan mengakhiri perlombaan-ke-bawah dalam perpajakan perusahaan, dan memastikan keadilan bagi kelas menengah dan pekerja di AS dan di seluruh dunia," katanya,

Dia menambahkan pajak itu juga akan mendorong negara-negara untuk bersaing dengan dasar yang positif. “Misalnya seperti mendidik dan melatih tenaga kerja kita dan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan dan infrastruktur,” kata Janet


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak google facebook
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top