Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJPH Jajaki Penggunaan Artificial Intelligence untuk Layanan Halal

Penyelenggaraan jaminan produk halal memiliki cakupan yang sangat luas, dengan proses bisnis yang melibatkan multi-stakeholders.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  07:56 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence AI
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence AI

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menjajaki penggunaan artificial intelligence (AI) dalam penggunaan layanan halal.

Lembaga itu sempat melakukan kunjungan ke Artificial Intelligence Center Indonesia (AiCI) di Gedung Lab Riset Multidisiplin Fakultas MIPA Universitas Indonesia, Depok.

"Kunjungan ini kami maksudkan untuk mengenal lebih dekat Artificial Intelligence. Harapannya, kami dapat melakukan diskusi dengan pengelola AiCI dan mengeksplorasi ide-ide baru untuk mendukung peningkatan layanan BPJPH," ungkap Plt Kepala BPJPH Mastuki alam siaran resmi Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, penyelenggaraan jaminan produk halal memiliki cakupan yang sangat luas, dengan proses bisnis yang melibatkan multi-stakeholders. Selain itu, jumlah penerima layanan BPJPH juga cukup banyak.

Menurutnya, kondisi itu merupakan tantangan yang harus dihadapi. Pihaknya bersikap terbuka untuk bersinergi dan berdiskusi secara inklusif dengan berbagai pihak untuk menggali ide-ide baru yang bermanfaat.

Adapun penggunaan teknologi, termasuk teknologi artificial intelligence dinilai potensial untuk mendukung proses layanan JPH. Layanan ini diperlukan mulai dari sosialisasi dan pembinaan, sertifikasi halal, pendampingan UMK berorientasi halal, penyiapan SDM di bidang halal dan web-based services untuk digitalisasi layanan.

"Kami berharap ada terobosan teknologi yang dapat memudahkan dan mempercepat berbagai aktivitas layanan halal."

"Misalnya, sosialisasi dan edukasi halal dari mengenali bahan, penggunaan bahan, proses produksi halal, titik kritis kehalalan, dan sebagainya sampai sedetail mungkin. Itu sangat mungkin dilakukan dengan AI," ungkapnya.

Lebih lanjut, pelatihan pendamping atau mentor halal bagi UMK juga akan jauh lebih mudah dengan penggunaan teknologi.

Bahkan, virtual reality (VR) yang dikembangkan AiCI bekerja sama dengan UMG Idea Lab dianggap menginspirasi BPJPH untuk promosi halal, virtual tour, expo produk halal hingga rancangan web yang digitalized-based.

Sementara itu, Co-Founder dan Direktur AiCI Baiq Hana Susanti berkomitmen membantu BPJPH sebagai badan pemerintah yang menjalankan tugas menyelenggarakan JPH.

AiCI merupakan lembaga yang didirikan atas kerja sama UMG IdeaLab Indonesia dengan FMIPA Universitas Indonesia. Tujuannya untuk mengembangkan SDM di bidang artificial intelligence untuk membangun kapabilitas bangsa menyambut revolusi industri 4.0.

Pihaknya siap bekerja sama dengan BPJPH termasuk pengembangan aplikasi.

"Kita tahu, untuk UMKM yang ada di Indonesia saja jumlahnya jutaan, karena itu tidak mungkin kalau (layanan jaminan produk halal) ini tidak melibatkan teknologi. Kami siap kolaborasi dengan BPJPH," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas indonesia produk halal artificial intelligence
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top