Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaspersky : Deteksi Mobile Malware Indonesia Pada 2020 Turun

Berdasarkan statistik dari perusahaan keamanan siber global itu, Indonesia mencatatkan 378.973 upaya malware seluler yang terdeteksi pada 2020.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 12 April 2021  |  14:47 WIB
Malware - Antara
Malware - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tinjauan statistik terbaru dari Mobile Malware Kaspersky menunjukkan bahwa terjadi penurunan upaya malware seluler yang terdeteksi di Indonesia sepanjang tahun lalu. 

Berdasarkan statistik dari perusahaan keamanan siber global itu, Indonesia mencatatkan 378.973 upaya malware seluler yang terdeteksi pada 2020. 

Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar 31,89 persen dari tahun sebelumnya dengan deteksi upaya malware seluler sebanyak 556.486 kasus. 

Kendati mengalami penurunan, statistik Indonesia masih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Negara kepulauan terbesar ini juga menempati posisi keempat secara global dalam hal deteksi mobile malware. 

Sebagai konteks, pada 2020 negara-negara tetangga seperti Malaysia mencatatkan 103.573 upaya malware (peringkat 17 global), Thailand dengan 28.861 kasus (peringkat 44), dan Singapura sebanyak 8.776 upaya (peringkat 86). 

Adapun, negara-negara yang mencatat jumlah paling banyak dari ancaman mobile malware pada 2020 secara global adalah Rusia, Ukraina, dan India. 

Untuk bentuk mobile malware yang paling umum terdeteksi di Indonesia adalah Trojan, Trojan-Downloader, Trojan-Dropper, Trojan-SMS, dan Hack Tool. 

Terkait dengan adanya usaha ilegal yang menerobos keamanan siber, Kaspersky memberikan sejumlah tips dan rekomendasi untuk mengamankan ponsel. 

Pertama, pastikan ponsel memiliki sistem operasi yang paling baru yang tersedia. Kedua, pertimbangkan memiliki aplikasi keamanan siber yang andal di ponsel. 

Ketiga, verifikasi situs atau aplikasi yang digunakan. Keempat, selalu gunakan kata sandi yang kuat dan unik serta menerapkan otentikasi dua faktor. Kelima, selalu tingkatkan kewaspadaan setiap melakukan transaksi daring. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malware serangan siber
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top