Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Mampu Hasilkan Tiga Unikorn Baru, Ini Alasannya

Kemunculan tiga unikorn baru di Indonesia pada 2024 dinilai memungkinkan karena ada beberapa faktor yang menjadi pemicu hal yang menjadi target RPJMN Kementerian Kominfo.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 April 2021  |  20:21 WIB
Ilustrasi startup -
Ilustrasi startup -

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) menilai target pemerintah terkait dengan munculnya tiga unikorn baru di Indonesia bisa terealisasi.

Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri R.Sirait mengatakan perkembangan program vaksinasi akan memperkuat kepercayaan terhadap indeks konsumen dan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang tercatat di level 53,2 pada Maret 2021 menunjukkan optimisme kelanjutan pemulihan ekonomi nasional.

“Kedua poin tersebut perkembangan vaksin dan PMI sehingga pemulihan ekonomi menguat dan memberikan sinyal positif bagi realisasi tiga unikorn tersebut,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (1/4/2021).

Adapun, isilah unikorn mengacu pada perusahaan rintisan (startup) yang memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar atau sekitar Rp14,4 triliun.

Tidak hanya itu, Jefri mengatakan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang baru dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Indonesia Investment Authority (INA) juga membuka gerbang hadirnya unikorn baru di Indonesia.

Namun, dia menilai bahwa tantangan utama adalah menyiapkan talenta digital yang mumpuni. Sebab, unikorn baru yang akan lahir tentunya akan bersaing secara ketat dalam menghadapi pemain-pemain sebelumnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 menargetkan hadirnya tiga startup unikorn pada 2024.

Adapun, untuk mencapai target tersebut, Kemkominfo mengambil langkah seperti Pembentukan startup digital aktif melalui program kerja 1000 Startup Digital, SMK coding dengan mengajarkan siswa SMK menjadi programmer, dan mengembangkan hub-hub digital.

Dikutip melalui, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020- 2024 pada tahun ini diharapkan jumlah startup digital aktif yang terbentuk berjumlah 35 startup. Adapun, untuk jumlah startup pada 2022, 2023, dan 2024 masing-masing target yang diharapkan berjumlah 70, 110, dan 150.

Sementara itu, jumlah unikorn diharapkan bertambah sebanyak satu perusahaan pada 2022 dan secara kumulatif beranjak menjadi tiga perusahaan pada 2024.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top