Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Logistik Akan Hadapi Tren Baru saat Momen Lebaran

Permintaan terhadap perusahaan rintisan di bidang logistik diperkirakan meningkat hingga 10 persen saat Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 April 2021  |  07:07 WIB
Pekerja mendata paket barang sebelum dialihkan ke pusat pemrosesan pos untuk dikirim ke tujuan, di Kantor Pos Besar Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Rachman
Pekerja mendata paket barang sebelum dialihkan ke pusat pemrosesan pos untuk dikirim ke tujuan, di Kantor Pos Besar Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha logistik perlu mengantisipasi lahirnya tren baru seiring dengan pelarangan mudik Lebaran tahun ini.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani memperkirakan permintaan terhadap perusahaan rintisan (startup) di bidang logistik meningkat hingga 10 persen saat Ramadan dan Lebaran tahun ini.

“Akan ada tren pengantaran, di mana pemain harus mulai siap karena perubahan waktu aktivitas masyarakat akan berubah untuk melakukan pembelanjaan [saat Ramadan dan Lebaran]. Pemain akan melayani di jam-jam yang tidak biasa seperti di waktu Subuh dan berbuka hingga malam,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, pemain perlu meningkatkan inovasi dan kapasitas di sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi. Sebab, perubahan kebiasaan ini sayang untuk dilewatkan dalam meningkatkan pendapatan perusahaan. Khususnya, akan fitur pengiriman di hari yang sama (same-day delivery).

Dia mengatakan, tren baru yang lahir ini juga mendorong kebutuhan baru untuk layanan logistik yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir, termasuk jasa pergudangan, pengiriman makanan,  same-day delivery, dan last mile.

“Tren ini harus diantisipasi, bisa melalui kolaborasi logistik agar memperluas cakupan pasar yang bisa dirambah, khususnya di sisi hulu,” ujarnya.

Dia mengatakan, startup logistik dapat bekerjasama dengan tidak hanya dengan pemain di sektor lain, tetapi dari produsen, UMKM, hingga petani.

“Contohnya, agrikultur yang diproduksi di kota tier II—IV dan daerah remote. Logistik bisa melakukan sharing economy dengan menyediakan warehouse [pergudangan] untuk menyimpan pasokan makanan agar mereka lebih efisien,” kata Edward


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik StartUp Mudik Lebaran
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top