Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teleskop Seharga US$10 Miliar Ini Akan Ungkap Rahasia Alam Semesta

Teleskop luar angkasa James Webb atau The James Webb Space Telescope (JWST) direncanakan menggantikan Teleskop Luar Angkasa Hubble sebagai misi Astropsi Unggulan NASA, pada akhir tahun ini.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  16:18 WIB
The James Webb Space Telescope (JWST). James Webb pada awalnya dirancang untuk menangkap panjang gelombang yang lebih panjang dan radiasi panas karena di situlah galaksi paling awal dibentuk.  - jwst.nasa.gov
The James Webb Space Telescope (JWST). James Webb pada awalnya dirancang untuk menangkap panjang gelombang yang lebih panjang dan radiasi panas karena di situlah galaksi paling awal dibentuk. - jwst.nasa.gov

Bisnis.com, JAKARTA - Teleskop luar angkasa James Webb atau The James Webb Space Telescope (JWST) direncanakan menggantikan Teleskop Luar Angkasa Hubble sebagai misi Astropsi Unggulan NASA, pada akhir tahun ini.

Teleskop hasil patungan usaha Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Antariksa Kanada (CSA), seharga US$10 miliar dolar itu menggunakan teknologi inovatif untuk mengamati beberapa peristiwa dan benda yang paling jauh di alam semesta, seperti pembentukan galaksi pertama.

Pengembangan JWST dimulai pada 1996. Awalnya teleskop ini akan diluncurkan pada 2007 dengan anggaran US$500 juta, namun ditunda. Baru-baru ini NASA menjadwalkan peluncuran JWST pada Oktober 2021.

"The James Webb Space Telescope adalah tipe teleskop baru, itu akan fokus pada bagian inframerah spektrum," ujar Dr Heidi Hammel dari Asosiasi Universitas untuk Penelitian Astronomi, seperti dilansir dari Express UK, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya JSWT bukanlah penerus Hubble, namun melebihi kapasitas Hubble. Hubble adalah teleskop NASA yang diluncurkan pada 1990 untuk mengamati planet dan galaksi yang jauh.

"Ini lebih dingin dari Hubble, ini dirancang untuk mencari panas inframerah dari alam semesta, panas dari galaksi dan bintang pertama yang terbentuk. Ini bekerja di bagian termal dari spektrum," jelas Hammel.

Hubble berada di orbit rendah bumi, sementara teleskop ini akan berada di antara matahari dan bumi yang berjarak sekitar satu juta mil jika Anda menggambar garis lurus dari matahari ke bumi.

"Itu membuatnya tetap dingin, itu akan menggunakan nuansa matahari besar untuk menghalangi matahari, untuk menghalangi kehangatan bumi dan bulan," sebutnya.

Presiden Asosiasi Universitas untuk Penelitian dalam Astronomi Matt Mountain, juga menantikan peluncuran ini. Dia mengatakan ketika para ahli menggunakan Hubble, mereka melihat galaksi yang luar biasa.

Dengan teleskop ini diyakini para ahli bisa mengeksplorasi lebih jauh alam semesta ini.

"Kamu pikir kita telah kehabisan galaksi, jawabannya adalah tidak karena alam semesta berkembang, itu menarik ruang terpisah, itu membentang panjang gelombang dan memindahkannya dari optik ke inframerah," tegasnya.

Mountain menyatakan teleskop itu akan seperti "Ultimate Time Machine" untuk membantu membuka salah satu rahasia terbesar semesta yakni bagaimana galaksi pertama terbentuk.

Dia berkata James Webb pada awalnya dirancang untuk menangkap panjang gelombang yang lebih panjang dan radiasi panas karena di situlah galaksi paling awal dibentuk.

"Semesta telah membentang. Kami berharap itu akan mengungkapkan seluruh kelas galaksi yang pada dasarnya telah lenyap dari pandangan dari Teleskop Luar Angkasa Hubble," sebut Mountain


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satelit antariksa teleskop
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top