Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbarui Assistant, Google Mulai Garap Proyek Memory

Google sedang mengerjakan proyek pembaharuan terbaru dari fitur Assistant bernama Memory. Fitur pembaharuan ini rencananya mengombinasikan berbagai elemen pengingat.
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  15:09 WIB
Kabar ini diberitakan pertama kali oleh situs yang mengetahui perkembangan aplikasi Google, 9to5Google, yang melaporkan bahwa Memory sedang diuji oleh karyawan Google.  - 9to5Google
Kabar ini diberitakan pertama kali oleh situs yang mengetahui perkembangan aplikasi Google, 9to5Google, yang melaporkan bahwa Memory sedang diuji oleh karyawan Google. - 9to5Google

Bisnis.com, JAKARTA - Google sedang mengerjakan proyek pembaharuan terbaru dari fitur Assistant bernama Memory. Fitur pembaharuan ini rencananya mengombinasikan berbagai elemen pengingat.

Berdasarkan laporan The Verge, Jumat (26/3/2021), Memory nantinya mengombinasikan to-do list, aplikasi pencatat, daftar baca sejenis fitur Pocket, dan dinding khusus bergaya Pinterest yang akan disatukan sebagai sebuah loker digital yang terintegrasi dengan aplikasi Google Assistant.

Kabar ini diberitakan pertama kali oleh situs yang mengetahui perkembangan aplikasi Google, 9to5Google, yang melaporkan bahwa Memory sedang diuji oleh karyawan Google.

9to5Google juga mengungkapkan Memory bisa menyimpan serangkaian konten, seperti artikel, buku, daftar kontak, daftar acara, penerbangan, hotel, gambar, film, musik, catatan, daftar putar lagu, produk, resep, pengingat, restoran, tangkapan layar, acara televisi, video, hingga situs.

Meski fitur Assistant sebenarnya sudah memiliki fitur Memory di dalamnya untuk menyimpan berbagai informasi, pembaharuan kali ini merupakan pembaharuan besar yang bisa mengintegrasi fitur Collections sebagai pendahulunya.

Ide Memory berangkat dari kemampuan pengguna untuk bisa menyimpan seluruh konten apapun, termasuk link situs atau tangkapan layar, gambar atau catatan yang ditulis dengan tangan, serta pengingat atau to-do list digital. Memory dapat membantu pengguna untuk mencari, mengelompokkan, atau mengunjungi kembali konten yang telah disimpan.

Memory bisa memasukkan informasi kontekstual berdasarkan apa yang telah disimpan pengguna, misalnya ketika menyimpan resep selanjutnya  ia juga akan menunjukkan durasi masaknya. Begitu pula ketika pengguna menyimpan sebuah film yang ingin ditonton, Memory juga memasukkan link dari trailer film tersebut.

Konten-konten berbasis Google yang disimpan pengguna, misalnya Google Docs atau dokumen yang diunggah di Google Drive, nantinya akan mendapatkan cuplikan pratinjau khusus yang telah disesuaikan.

Untuk menyimpan konten-konten di Memory, pengguna bisa mengunakan perintah pada Google Assistant atau menambahkan ikon home screen baru. Setelah konten dimasukkan ke dalam Memory, konten-konten tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori tertentu (misalnya, 'Important' atau 'Read Later') serta mengelompokkan atau mencarinya secara spesifik.

Saat ini, fitur Memory masih dalam tahap uji coba dan Google belum mengumumkan rencana apapun berkaitan dengan rilis resminya fitur ini. "Kami terus mengulangi dan bereksperimen dengan berbagai cara baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna, tapi kami belum memberikan detail lebih lanjut untuk dibagikan saat ini," tutur seorang juru bicara Google.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google Google Drive
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top