Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MRT Sebut Pengadaan Wifi Telah Berkoordinasi dengan TBIG

Kehadiran wifi dikhawatirkan akan membuat operator yang awalnya menyewa infrastruktur pasif dari TBIG menjadi hengkang karena sudah terdapat jaringan yang melayani para pelanggan, minimal di stasiun MRT.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  09:01 WIB
Rangkaian gerbong kereta MRT terpakir di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Rangkaian gerbong kereta MRT terpakir di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT MRT Jakarta menyampaikan bahwa keberadaan wifi di 13 stasiun MRT telah berkoordinasi dengan PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG), sebagai mitra penyedia dan pengelola infrastruktur telekomunikasi di jalur Ratangga.

Plt. Corporate Secretary Division Head MRT Ahmad Pratomo mengatakan bahwa sebagai mitra penyedia telekomunikasi, TBIG turut terlibat dalam pengadaan sinyal wifi di area stasiun MRT.

Perseroan pun telah berkoordinasi dengan TBIG untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari kehadiran wifi di 13 stasiun MRT.

“Setiap kebijakan dan keputusan terkait dengan penyediaan telekomunikasi dan wifi telah dikoordinasikan terlebih dahulu dengan PT Tower Bersama,” kata Pratomo kepada Bisnis, Jumat (19/3/2021).

Dia menambahkan bahwa sebagai langkah antisipasi dan untuk tetap memberi pelayanan yang optimal kepada pengguna, layanan wifi gratis hanya dapat diakses di Area Concourse di 13 Stasiun MRT Jakarta.

Para pengguna dapat menggunakan wifi gratis tersebut untuk mengakses aplikasi MRT Jakarta atau aplikasi transportasi publik lainnya demi memudahkan pengguna dalam pembelian tiket dan bermobilisasi.

“Untuk saat ini, terkait penyediaan wifi di area kereta akan di memperhatikan aspek keselamatan operasi Ratangga,” kata Pratomo.

Sebelumnya, Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa pemasangan wifi berisiko mengganggu bisnis TBIG selaku penyedia infrastruktur pasif di wilayah MRT Jakarta.

Kehadiran wifi dikhawatirkan akan membuat operator yang awalnya menyewa infrastruktur pasif dari TBIG menjadi hengkang karena sudah terdapat jaringan yang melayani para pelanggan, minimal di stasiun MRT.

“Bisa ganggu bisnisnya [mitra telekomunikasi MRT] pasang wifi, karena teknologi wifi memiliki bandwidth yang lumayan sekitar 50 MHz di 2,4 GHz. Tidak ada operator yang memiliki bandwidth sebesar itu,” kata Ian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt wifi
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top