Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ShopeePay Kalahkan GoPay dan OVO, Kuasai Pasar Dompet Digital

Neurosensum menyebut ShopeePay berhasil menguasai pasar dompet digital Indonesia mengungguli kompetitor lain seperti GoPay dan OVO.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  17:02 WIB
Pengemudi Ojek Online membeli pesanan makanan yang diorder dari aplikasi di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Pengemudi Ojek Online membeli pesanan makanan yang diorder dari aplikasi di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – ShopeePay berhasil mengungguli platform dompet digital lain seperti GoPay, OVO, dan DANA dengan penggunaan paling banyak di masyarakat pada kuartal I/2021 berdasarkan hasil riset dari Neurosensum.

Managing Director Neurosensum Indonesia Mahesh Agarwal mengatakan pengguna dompet digital sudah mengungguli perbankan, sehingga e-wallet bukanlah sesuatu yang asing lagi. Riset digital tersebut berfokus pada penggunaan e-wallet sebagai medium transaksi digital 1.000 responden pengguna aktif e-commerce berusia produktif 19—45 tahun secara serentak di 8 kota besar di Indonesia, yaitu kawasan Jabodetabek, kota-kota besar di pulau Jawa, serta kota besar lainnya di Indonesia.

Dia melanjutkan kesuksesan ShopeePay dalam menduduki posisi puncak dompet digital dengan penggunaan paling banyak di kalangan para peserta yang disurvei pun merupakan hasil dari upaya menyeluruh dan berkesinambungan dari tim ShopeePay dalam menggenjot promosi yang menggiurkan konsumen.

“Terbukti dari hasil survei ke partisipan riset Neurosensum, tercatat bahwa ShopeePay mendapatkan penetrasi pasar tertinggi [68 persen], diikuti oleh OVO [62 persen], DANA [54 persen], GoPay [53 persen], dan LinkAja [23 persen],” ujarnya lewat diskusi virtual, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, kenaikan pengguna ShopeePay ditopang oleh promosi terbanyak yang ditawarkan yakni sebesar (42 persen), OVO (25 persen), GoPay (16 persen), DANA (13 persen), dan LinkAja (4 persen). Selain itu, 34 persen responden menganggap ShopeePay adalah pemain dompet digital dengan pertumbuhan terpesat selama 3 bulan terakhir, diikuti oleh OVO (25 persen), DANA (20 persen), GoPay (17 persen), dan LinkAja (4 persen).

“Sejak pandemi, adopsi gaya hidup mobile cashless, terutama e-wallet seperti ShopeePay, semakin nyata dalam menggantikan peran utama uang tunai dalam kehidupan sehari-hari yang dinamis. Kami mendorong edukasi berkesinambungan dan terpadu agar tercapainya financial literacy and inclusivity guna membuka cakrawala masyarakat akan ragam manfaat bernilai dari e-wallet dalam memudahkan kegiatan sehari-hari,” ujarnya.

Laporan tersebut juga mencatatkan, pangsa pasar ShopeePay menjadi yang tertinggi dengan nilai transaksi luring dan daring sebesar 33 persen, mengalahkan OVO 24 persen, GoPay 19 persen, DANA 18 persen, dan LinkAja 6 persen.

Berdasarkan hasil riset, ShopeePay terbanyak dijadikan sebagai dompet digital untuk pembayaran belanja peralatan rumah tangga, yaitu setinggi 47 persen, kemudian diikuti oleh OVO 17 persen, DANA 13 persen, GoPay 7 persen, dan LinkAja 3 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp shopee
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top