Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peningkatan Skala Bisnis UMKM, Ganjar Pranowo: Mereka Perlu Naik Kelas

Peningkatan skala bisnis dari Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi urgensi saat ini. Pasalnya, UMKM menjadi salah satu ujung tombak pemulihan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Februari 2021  |  12:32 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno berbincang-bincang dengan para penerima kredit mikro, di sela pembukaan UKM Virtual Expo 2021, Selasa (16/2/2021). - Ist
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno berbincang-bincang dengan para penerima kredit mikro, di sela pembukaan UKM Virtual Expo 2021, Selasa (16/2/2021). - Ist

Bisnis.com, JAKARTA – Peningkatan skala bisnis dari Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi urgensi saat ini. Pasalnya, UMKM menjadi salah satu ujung tombak pemulihan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut pelaku UMKM di wilayahnya sudah mulai meningkatkan kapasitas usaha dengan mempelajari berbagai aspek penjualan daring. Hal ini dilakukan untuk memperluas skala bisnis para pemain.

Ganjar meyakini langkah untuk merambah ke pasar digital tersebut sebagai upaya juga untuk memperluas pemasaran bahkan hingga ke luar negeri.

“Usaha kecil bisa menjadi menengah dan yang menengah bisa menjadi besar. Jangan jadikan mereka kecil terus. Kolaborasi, pendampingan, dan aspek legal menjadi penguat untuk mewujudkan ini,” ujarnya melalui diskusi virtual, Sabtu (20/2/2021).

Dia menyebutkan pada 2016 jumlah pelaku UMKM berada di angka 4,1 juta di mana untuk pemain besar berjumlah 3000-an, menengah 39.000-an, pemain kecil sejumlah 354.000-an, dan Mikro berjumlah 3,7 jutaan.

“Saya prediksi total sekitar 6–7 juta UMKM pada tahun lalu dan  hingga akhir tahun lalu yang terdampak pandemi sekitar 625.230 usaha. Namun, ternyata 51 persen permasalahan mereka ada di pemasaran, ini karena masih konvensionalnya para pemain lantaran adaptasi UMKM ke digital masih rendah,” katanya.

Menjawab permasalahan tersebut, Ganjar mengatakan dirinya melalui akun instagram (IG)nya mencoba membuat gebrakan dengan mempromosikan usaha para pelaku umkm pada setiap minggu untuk berjualan

“Ada di LapakGanjar yang saat ini sudah mencapai 31 edisi dan ini mendorong umkm untuk berdagang. Setelah menjual melalui IG private, kami melalukan UMKM virtual expo sejak November sampai saat ini dan ini bisa berhasil, pemain yang terlibat hampir 1000 dan ordernya 19.500 order per hari dengan total omzetnya Rp 671 juta,” katanya.

Selain itu, dia melanjutkan pendampingan menjadi kunci selanjutnya agar UMKM dapat naik kelas. Hal ini pun diwujudkan olehnya melalui pembangunan coworking space di daerah Semarang bernama Hetero Space.

“Kami membangun Hetero Space yang sudah melakukan pelatihan daring bagi UKM dan startup pada 2020 mencapai 12.908 peserta dan akan dilanjutkan pada tahun ini. Hetero ini baru ada di Semarang dan akan dibuat lagi ke depan di Solo dan Banyumas,” kata Ganjar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jateng ganjar pranowo kagama
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top