Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Mau Kalah, Twitter dan Facebook Ikutan Bikin Clubhouse

Konsep Clubhose sederhana, begitu Anda diundang untuk bergabung, Anda dapat memulai atau mendengarkan percakapan di ruang digital, mulai dari obrolan utama oleh seseorang yang terkenal hingga obrolan dalam kelompok kecil.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  12:38 WIB
Tampilan Aplikasi Clubhouse di App Store iPhone
Tampilan Aplikasi Clubhouse di App Store iPhone

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi berbasis audio yang saat ini hanya tersedia di perangkat Apple, Clubhouse tengah populer digunakan oleh banyak tokoh-tokoh terkenal yang kemudian juga menarik pengguna lain untuk bergabung.

Aplikasi ini berkembang dengan konsep FOMO (fear of missing out) atau takut ketinggalan. Sehingga jika tidak online saat percakapan terjadi, maka pembicaraan tersebut akan terlewatkan.

Konsep aplikasi ini pun sederhana, begitu Anda diundang untuk bergabung, Anda dapat memulai atau mendengarkan percakapan di ruang digital, mulai dari obrolan utama oleh seseorang yang terkenal hingga obrolan dalam kelompok kecil.

Tidak ada posting, tidak ada foto, tidak ada video, hanya audio. Anggap saja sebagai siaran podcast secara langsung, dengan kemungkinan bagi pendengar untuk ikut serta.

Untuk mendapatkan undangan untuk bergabung dengan Clubhouse, pengguna Clubhouse yang sudah ada harus mengirim undangan dari aplikasi mereka, yang menambah eksklusivitas "klub".

Dikutip dari Aljazeera pada Rabu (17/2/2021), Clubhouse diluncurkan pada Maret 2020 di Silicon Valley untuk beberapa orang terpilih, tetapi sekarang digunakan oleh sekitar dua juta orang setiap pekan, berkembang pesat karena portabilitasnya.

Tidak seperti podcast, pengguna dapat berpartisipasi selama mereka diundang oleh moderator obrolan.

Aplikasi ini sekarang harus menghadapi tantangan yang biasa terjadi di dunia media sosial, mulai dari cara memonetisasi popularitasnya hingga cara membayar pembuat konten hingga cara memoderasi konten itu.

“Kami sekarang ingin membuka Clubhouse untuk seluruh dunia,” kata pendiri aplikasi Paul Davison dan Rohan Seth pada akhir Januari.

Dengan dukungan lebih dari 180 investor setelah putaran baru penggalangan dana, Clubhouse saat ini bernilai sekitar US$1 miliar, menurut The Information, sebuah publikasi untuk eksekutif teknologi.

Clubhouse bagaimanapun mendapatkan perhatian Big Tech. Twitter sedang menguji "Spaces" yaitu ruang obrolan audio di mana hingga 10 orang dapat berbicara dengan jumlah penonton yang tidak terbatas.

Facebook pun dikabarkan akan mencari penawaran serupa. New York Times pada Rabu (10/2/2021) melaporkan Facebook sekarang membangun versinya sendiri untuk aplikasi obrolan.

Direktur perusahaan konsultan Amerika Serikat Fabernovel David Bchiri menngkapkan saat ini adalah momen besar audio. Clubhouse muncul tepat waktu dengan menyediakan platform di mana orang dapat melampiaskan pikiran dan emosi mereka.

“Cucu kami tidak akan pernah memiliki keyboard. Mereka tidak perlu berinteraksi dengan mesin seperti itu. Semuanya akan dilakukan dengan perintah suara atau hanya dengan memikirkan tugas," kata Bchiri kepada AFP dikutip Rabu (17/2/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media sosial aplikasi StartUp
Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top