Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mastel Desak Kemenkominfo Persiapkan Adopsi 5G dengan Matang

Mastel mendesak pemerintah untuk melakukan persiapan yang matang dalam mengadopsi teknologi 5G di Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 24 Januari 2021  |  15:25 WIB
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA – Dibatalkannya lelang frekuensi 2,3 Ghz oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dinilai menambah kerikil baru di jalan terjal yang tengah dilalui operator telekomunikasi untuk merealisasikan jaringan 5G di Tanah Air.

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono turut menyayangkan keputusan pemerintah saat ini. Menurutnya, langkah ini diambil lantaran proses yang dilakukan selama ini belum matang.

“Seharusnya hal [pembatalan] seperti itu tidak boleh terjadi. Bahkan, [pembatalan lelang ini] tidak akan terjadi, apabila prosesnya dilakukan dengan cermat, tentu saja kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah seharusnya memperhitungkan semua aspek yang terkait,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (24/1/2021).

Alhasil, dia meyakini bahwa dari keputusan tersebut menjawab bahwa adopsi teknologi 5G memang harus dijalankan secara cermat dan efisien.

Pasalnya, juga penting diperhatikan bahwa operator di indonesia itu perusahaan publik yang setiap kejadian yang bernilai penting bagi bisnis perusahaan ke depan dan akan mempengaruhi persepsi pasar saham atas harga saham perusahaan.

Dia mengamini adopsi teknologi 5G di Indonesia sebenarnya belum mendesak karena penggunaan yang inovatif belum siap, apalagi ditambah dengan proses saat ini yang tergolong tidak cermat.

“Mastel mendesak pemerintah agar adopsi teknologi 5G itu dipersiapkan dengan matang, agar Indonesia mampu membangun ekosistem nasionalnya berkolaborasi dengan mitra global melalui skema kemitraan sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal,” katanya.

Lebih lanjut, dia mencontohkan pemerintah memberlakukan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk Base Station dan Subscriber Station untuk adopsi teknologi 4G.

Namun, untuk adopsi 5G yang potensi ekonominya jauh lebih besar, pemerintah tidak memberlakukan langkah yang sama dan seharusnya dengan scope yang lebih luas.

“Kami harap setelah ditinjau, dikaji, dan dicarikan solusinya yang lebih tepat, maka [pelelangan frekuensi 2,3 Ghz] akan dilanjutkan lagi prosesnya, karena penggelaran 5G sudah menjadi kebijakan pemerintah, kebutuhan pasar ke depan dan rencana bagi setiap operator telekomunikasi,” ujar Kristiono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo teknologi 5G
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top