Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seperti di Film, Ilmuwan Usulkan Konsep Koloni Megasatelit di Luar Angkasa

Makalah baru diterbitkan di database pra-cetak arXiv menawarkan gagasan lain yakni membangun habitat terapung raksasa di sekitar planet kerdil Ceres.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  20:10 WIB
Ilustrasi satelit komunikasi - Wikimedia Commons
Ilustrasi satelit komunikasi - Wikimedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari sebelumnya, saat ini lembaga antariksa dan miliarder memiliki pikiran dan ambisi yang tertuju untuk menemukan tempat tinggal atau rumah baru bagi umat manusia di luar orbit Bumi.

Mars adalah kandidat kuatnya mengingat jaraknya yang relatif dekat dari Bumi, siklus siang-malam 24 jam yang mirip, dan atmosfer yang kaya dengan karbon dioksida (Co2). Beberapa negara juga tengah menyiapkan misi penjelajahan Mars.

Akan tetapi, sebuah makalah yang baru-baru ini diterbitkan di database pra-cetak arXiv menawarkan gagasan lain yakni membangun habitat terapung raksasa di sekitar planet kerdil Ceres. Mirip seperti dalam film-film sains fiksi.

Dilansir dari Live Science, Rabu (20/1/2021) dalam makalah yang belum ditinjau sejawat, astrofisikawan Pekka Janhunen dari Finnish Meteorological Institute menjelaskan visinya tentang megasatelit dari ribuan pesawat luar angkasa silinder.

Pesawat itu semuanya terhubung di dalam bingkai berbentuk cakram yang secara permanen mengorbit Ceres. Sebagai informasi, Ceres merupakan objek terbesar di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Dalam visinya, dia menyebut masing-masing habitat silinder dapat menampung hingga 50.000 orang, mendukung atmosfer buatan, dan menghasilkan gravitasi seperti Bumi melalui gaya sentrifugal rotasinya sendiri.

Janhunen menulis Ceres dipilih karena jarak rata-rata dari Bumi sebanding dengan Mars, membuat perjalanan relatif mudah. Selain itu, planet kerdil itu juga memiliki keunggulan unsur yang lebih besar.

Ceres kaya akan nitrogen, yang akan sangat penting dalam mengembangkan atmosfer pemukiman yang mengorbit. Menurutnya, daripada membangun koloni di permukaan dunia yang kecil, pemukiman luar angkasa lebih dapat menampung banyak orang.

Pemukim dapat menggunakan elevator ruang angkasa untuk mentransfer bahan mentah dari planet langsung ke habitat mereka yang mengorbit planet kerdil itu. Jadi tetap memanfaatkan keberadaannya.

Gaya hidup orbital ini juga akan mengatasi salah satu peringatan terbesar yang dilihat Janhunen dalam gagasan koloni permukaan Mars, yakni dampak kesehatan dari gravitasi rendah.

Kekhawatiran nya adalah bahwa anak-anak di pemukiman Mars tidak akan berkembang menjadi orang dewasa yang sehat dalam hal otot dan tulang, karena gravitasi Planet Merah yang terlalu rendah.

"Oleh karena itu, saya mencari sebuah alternatif yang akan memberikan gravitasi [mirip Bumi], tetapi juga dunia yang saling berhubungan," katanya kepada Live Science.

1 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satelit stasiun luar angkasa
Editor : Novita Sari Simamora

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top