Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kominfo Diminta Dorong Masyarakat Pakai 'WhatsApp Lokal'

Kementerian Kominfo diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mendorong aplikasi pesan singkat dari pengembang dalam negeri agar pengawasan data privasi lebih baik.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  14:37 WIB
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk beralih ke aplikasi pesan instan buatan dalam negeri, agar pengawasan data dapat terpantau lebih baik.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan keamanan data dan privasi pengguna merupakan hal paling penting dalam sebuah aplikasi pesan. Kemenkominfo dapat menghadirkan kedua hal tersebut dan membantu pengembang aplikasi pesan lokal untuk tumbuh, dengan mendorong masyarakat untuk beralih ke aplikasi pesan buatan dalam negeri.

“Meski kita sedikit terlambat. Harusnya lima tahunan lalu kita punya keberpihakan kembangkan pesan instan tapi Menkominfo saat itu kurang berpihak pada pemain lokal,” kata Heru kepada Bisnis.com, Senin (11/1/2021).

Heru untuk mendorong masyarakat beralih ke aplikasi lokal dan mengamankan data yang dimiliki, Kemenkominfo dapat menghadirkan layanan pesan instan, jejaring sosial atau media sosial dalam negeri, sehingga masyarakat dapat bertranformasi menggunakan aplikasi lokal

Untuk diketahui, keterlibatan pemerintah untuk mendorong masyarakatnya beralih ke aplikasi non-WhatsApp, telah dilakukan oleh pemerintah Turki.

Dilansir Bloomberg, Minggu (10/1/2021), Kantor media Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Kementerian Pertahanan negara itu menyatakan akan meninggalkan WhatsApp sebagai bagian dari gerakan global keluar dari aplikasi populer tersebut, karena persyaratan baru yang mengusik privasi.

Pihak kepresidenan akan memindahkan grup WhatsApp-nya ke aplikasi pesan terenkripsi Bip, sebuah unit dari Turkcell Iletisim Hizmetleri AS pada 11 Januari 2021.

Perubahan pada persyaratan dan layanan WhatsApp yang berlaku mulai 8 Februari 2021 akan memungkinkan aplikasi itu untuk berbagi data dengan perusahaan induk, Facebook Inc. Dorongan untuk memonetisasi WhatsApp makin kuat saat pertumbuhan pendapatan Facebook mendekati rekor terendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi whatsapp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top