Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Travel Agent Terdampak Refund pada Awal 2021

Startup online travel agent merasakan dampak pengembalian dana (refund) yang dilakukan usai pemerintah memperketat syarat perjalanan saat Natal dan Tahun Baru.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  17:32 WIB
Calon penumpang melakukan rapid test antigen di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (18/12/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) menyediakan layanan tes Covid-19 di Bandara Soetta guna memudahkan calon penumpang dalam melakukan perjalanan udara dengan tetap memenuhi protokol kesehatan.  - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Calon penumpang melakukan rapid test antigen di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (18/12/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) menyediakan layanan tes Covid-19 di Bandara Soetta guna memudahkan calon penumpang dalam melakukan perjalanan udara dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) berbasis online travel agent (OTA) mau tidak mau harus menghadapi dampak dari pengetatan syarat perjalanan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 pada awal tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono mengatakan langkah Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang memperketat persyaratan perjalanan libur pada akhir 2020 memberikan imbas terkait pengajuan pengembalian dana (refund) sehingga startup di sektor tersebut memiliki tantangan untuk mengatur strategi agar dapat segera pulih.

“Saya duga [permintaan refund] di libur akhir tahun [2020] tidak sampai 30 persen. Namun, perlu antisipasi buat OTA agar menyiapkan diri ke kondisi yang belum kunjung baik dan penuh ketidakpastian [pada 2021] ini,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (4/12/2021).

Sekadar catatan, pada libur akhir 2020 terdapat aturan yang mengharuskan masyarakat yang bepergian menggunakan transportasi pesawat untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 7x24 jam sebelum keberangkatan.

Adapun, untuk transportasi darat dan laut, masyarakat wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen paling lama 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Handito mengatakan bahwa 2021 merupakan tahun untuk bertahan. Tidak hanya untuk startup OTA, tetapi pemain startup lainnya.

“Jadi tiap startup harus mengantisipasi dengan menjaga bottom line dan mengefisiensi biaya,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top