Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jaringan 5G yang Ideal, Pakai Frekuensi Berapa?

Frekuensi 3,5 GHz dan 2,6 GHz dianggap ideal untuk menyelenggarakan jaringan 5G dibandingkan dengan frekuensi 2,3 GHz.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  08:28 WIB
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA – Implementasi jaringan 5G dinilai tidak hanya cukup dengan frekuensi 2,3 GHz. Secara ekosistem pita frekuensi 3,5 GHz dan 2,6 GHz dianggap sebagai frekuensi tengah yang paling ideal untuk menggelar 5G. Kedua pita tersebut dapat memberikan kecepatan internet yang tinggi dengan jangkauan layanan 5G yang lebih luas.

Sekadar informasi, seandainya 5G digelar di 2,3 GHz pada tahun depan, cakupan layanan yang diberikan diprediksi mencapai 3 Km per BTS. Adapun, cakupan 5G dengan menggunakan 28 GHz sekitar 200 meter.

Cakupan 5G di pita 2,6 GHz dan 3,5 GHz pun diyakini tidak akan jauh berbeda, mengingat jarak kedua pita berdekatan.

Data pemasok seluler global (Global mobile Suppliers Association /GSA) per November 2020 yang dikutip, Senin (28/12/2020) menyebut dari sisi ekosistem perangkat, jumlah perangkat seluler yang mendukung 5G di pita frekuensi 2,6 GHz, lima kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan perangkat yang mendukung 5G di pita 2,3 GHz.

Jumlah perangkat yang mendukung 5G di pita frekuensi 2,3 GHz sekitar 50 perangkat. Adapun jumlah perangkat seluler yang telah mendukung 5G di pita 26 GH dan 3,5 GHz, masing-masing berjumlah 269 perangkat dan 299 perangkat seluler.

Kemudian dari sisi negara yang telah mengimplementasikan 5G, berdasarkan data yang sama diketahui bahwa sejumlah negara di Asia Pasifik seperti China, Hongkong, Filipina, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan memilih menggunakan 3,5 GHz untuk 5G.

Meski memiliki ekosistem yang sangat matang, namun implementasi 5G di pita 2,6 GHz dan 3,5 GHz saat ini masih terbilang sulit karena pita frekuensi tersebut telah memiliki ‘tuan rumah’ yaitu operator satelit.

Laporan GSA juga menyebutkan bahwa hingga November 2020, dikabarkan terdapat sekitar 300 operator di dunia yang telah mendapat lisensi untuk gelar 5G. Sebanyak 93 operator telah mengembangkan 5G di pita frekuensi tengah -- 3,3 GHz – 4,2 GHz – dan 102 operator masih dalam tahap uji coba.

Sementara itu, di pita frekuensi 2,6 GHz terdapat 293 operator yang telah mendapat lisensi untuk gelar 4G dan 5G. Selain 2,3 GHz dan 3,5 GHz, Indonesia memiliki kandidat di pita frekuensi 700 MHz di frekuensi rendah dan 26-28 GHz di pita frekuensi milimeterwave. Lelang ketiga frekuensi tersebut rencananya dilakukan beberapa tahun ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top