Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Dia 10 Prediksi Mengenai Tren Internet 2021

Ada sejumlah tren yang mungkin akan mewarnai dunia teknologi dan konsumsi masyarakat terhadap internet pada 2021 berkaca dari segala kejadian yang terjadi pada tahun ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 19 Desember 2020  |  11:47 WIB
Media sosial. - IM2
Media sosial. - IM2

Bisnis.com, JAKARTA – Tahun ini merupakan momen yang sangat tidak terduga, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China hingga pandemi Covid-19 yang membuat semuanya berubah, terutama bagaimana konsumen memaknai internet di masa ini.

Merangkum dari the verge, setidaknya ada sejumlah tren yang mungkin akan mewarnai dunia teknologi dan konsumsi masyarakat terhadap internet pada 2021 berkaca dari segala kejadian yang terjadi pada tahun ini.

  1. Media sosial mengincar e-commerce

Tahun ini, kita menyaksikan sejumlah upaya media sosial, misalnya Instagram dan WhatsApp yang menyematkan pilihan berbelanja pada fitur-fiturnya. Bisa saja pada tahun depa, kita akan menjadi saksi adanya live video shopping.

“Kami percaya bahwa ada pendorong utama dari penjualan [online dan offline] adalah adanya cerita di baliknya. Kemampuan untuk menggabungkan ceita tersebut dalam bentuk live dan berbelanja akan mengubah wajah e-commerce,” kata Gautam Gupta, mantan CEO NatureBox.

  1. Silicon Valley mengakselerasi investasi pada produk dan jasanya kepada para kreator individu

Penyedia platform terus mencari cara untuk memberikan ruang bagi para creator untuk memonetisasi konsumennya secara langsung, sambil membuat keuntungan sendiri.

  1. Tren bekerja di rumah masih berlanjut

Dengan banyaknya perusahaan teknologi raksasa yang memberikan instruksi kepada semua pekerjanya untuk bekerja dari rumah hingga Juni 2021 atau setelahnya, ratusan masalah tersebut bisa melahirkan ratusan bisnis baru.

Priya Singer memprediksi tahun depan akan memperlihatkan kemajuan besar atas augmented reality dan virtual reality yang fokus dalam penggunaan kantor.

  1. Internet mulai memperhitungkan pornografi

Penghentian pembayaran kepada Pornhub dan tuntutan hukum atas kasus pornografi ini mungkin adalah permulaan. Pertarungan baru atas moderasi konten, distribusi, dan kepemilkan akan dimulai tak lama lagi.

  1. Aplikasi dating mendapatkan momentumnya

Banyak orang memprediksi ketika vaksin Covid-19 mulai didistribusikan, masyarakat di bumi akan mengalami periode kesepian lama yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Tinder, Grindr, dan aplikasi lainnya saling berpacu untuk mengisi kekosongan itu.

Analis Matt Klein mengatakan aplikasi dating akan terus bertahan, meski masyarakat akan keluar dari rumah lebih sering dan masyarakat masih ragu atas keamanan di luar ruangan.

  1. Aplikasi audio kembali bersinar

Twitter Spaces dan Clubhouse menjadi bukti bahwa media social mulai memperlihatkan ketertarikannya kepada aplikasi berbasis suara.

  1. Jaringan publik terus terpecah

Media sosial masih menjadi pertarungan pendapat di era kebebasan berbicara saat ini, dengan adanya pendukung saying kanan maupun saying kiri terutama di Amerika Serikat.

  1. Amerika Serikat butuh regulasi mengikat untuk mengatur aplikasi buatan China

Belum ada kepastian mengenai arah kebijakan Joe Biden, Presiden terpilih AS, terkait posisinya terhadap aplikasi buatan China. Perang AS di bawah kepemimpinan Donald Trump terhadap TikTok yang nantinya bakal dimiliki Oracle pada 2021 pun juga belum jelas ujungnya.

  1. Internet menyelamatkan industri perfilman

Mungkin sebuah platform streaming film bisa memberikan keuntungan bagi para pemilik bioskop dari pelanggan streaming. Atau, para pemilik bioskop bisa tetap independen dan menyewakan gedungnya sebagai pusat konferensi virtual.

  1. Isu pekerja di dunia industri akan terus mengemuka

Pembagian antara manajemen dengan pekerja di industri teknologi terlihat semakin besar dari waktu ke waktu. Sejauh ini, para manajer tidak melakukan apa-apa untuk menenangkan karyawannya. Banyak kontroversi mengenai kegagalan, terutama terkait keberagaman, ekuitas, dan inklusi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet media sosial Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top