Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Asteroid Sebesar Katedral Salisbury Akan Melewati Bumi Pada Hari Natal

NASA mencatatkan bakal ada asteroid yang akan melintasi bumi pada hari Natal 2020.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  11:55 WIB
Asteroid meluncur menuju bumi - istimewa
Asteroid meluncur menuju bumi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan sebuah asteroid setinggi Katedral Salisbury akan mendekati bumi tepat pada Hari Natal.

Asteroid itu akan mengayun di Bumi pada 25 Desember dengan kecepatan astronomi 10 kilometer per detik, atau 36.000 kilometer per jam. Asteroid bernama 501647 akan mampir pada jarak yang sangat aman.

Data dari NASA menunjukkan asteroid akan terbang pada jarak 3.036.775 kilometer dari Bumi, hampir delapan kali jarak antara Bumi dan Bulan. Meskipun demikian, itu cukup dekat bagi NASA untuk menganggapnya sebagai objek dekat Bumi (NEO).

NEO adalah sisa-sisa tata surya dan oleh karena itu NASA dapat menggunakannya untuk mempelajari sejarah bintang induk kita dan planet yang mengorbitnya.

"NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet terdekat ke dalam orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi. Kepentingan ilmiah tentang komet dan asteroid sebagian besar disebabkan oleh status mereka sebagai sisa-sisa puing yang relatif tidak berubah dari proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu," ujar NASA seperti dikutip dari Express UK, Selasa (8/12/2020).

Begitu pula, asteroid masa kini adalah potongan-potongan sisa dari aglomerasi awal planet-planet bagian dalam yang mencakup Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

"Sebagai primitif, sisa blok bangunan dari proses pembentukan tata surya, komet dan asteroid menawarkan petunjuk tentang campuran kimia yang membentuk planet sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Jika kita ingin mengetahui komposisi campuran primordial dari mana planet-planet terbentuk, maka kita harus menentukan unsur kimiawi dari sisa-sisa puing dari proses pembentukan ini, komet dan asteroid," tulis NASA.

Sementara asteroid pasti akan merindukan Bumi, sesekali asteroid dengan ukuran yang sama bertabrakan dengan planet kita.

Pada 1908, sebuah asteroid kecil meledak di atas Tunguska di Siberia yang menghancurkan hutan sepanjang 800 mil setelah tidak terdeteksi oleh para ahli. Ledakan itu sangat dahsyat sehingga setara dengan 30 megaton TNT di ketinggian 10 hingga 15 kilometer (6,2 hingga 9,3 mil).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa bumi asteroid
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top