Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Heboh Kabar RI Mencari Alien di Media Sosial, Ini Penjelasan Lapan

Saat dikonfirmasi Bisnis pada Rabu (28/10/2020), Kepala Lapan Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengungkapkan "pencarian makhluk ruang angkasa" adalah gaya bahasa media.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  17:31 WIB
Tata Surya - Reuters
Tata Surya - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kemarin, Selasa (27/10/2020) heboh di media sosial tentang rencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Negara (Lapan) mencari alien.

Artikel berita ini hingga Rabu sore (28/10/2020) yang terdapat di twitter sudah di retweet hampir 1000 kali, dikutip 2310 dan mendapatkan likes lebih dari 5000.

Beragam respon netizen pun bermunculan. Salah satunya dari akun Twalen Tarskovsky,
"Indonesia cukup tertinggal ya soal ini, India yang GDP lebih rendah saja sudah duluan. Harusnya netizen bangga dong kalo lembaga antariksa kita mulai kerja di bagian 'antariksa yang sebenarnya'. Tapi yang saya lihat disini kebanyakan komen 'konten halu, gajelas, rakyat daerah'," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi Bisnis pada Rabu (28/10/2020), Kepala Lapan Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengungkapkan "pencarian makhluk ruang angkasa" adalah gaya bahasa media.

"Bahasa teknisnya adalah pencarian planet-planet di luar tata surya (exoplanet) yang layak bagi kehidupan. Pencarian exoplanet hanya salah satu program yang direncanakan," ungkap Thomas.

Muncul nya berita ini terkait dengan pembangunan Observatorium Nasional di Gunung Timau Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Tujuan utama dari pembangunan observatorium ini adalah sebagai pusat observasi astronomi dan pemberdayaan kawasan timur Indonesia.

Observasi astronomi ini mencakup objek-objek tata surya seperti planet, komet, asteroid, fisika bintang dan galaksi, struktur besar alam semesta, hingga sampai pada planet-planet di luar tata surya yang dikenal dengan sebutan exoplanet.

Pembangunan observatorium ini rencananya akan selesai pada 2021 dengan fasilitas utama yaitu teleskop berdiameter 3,8 m. Teleskop ini nantinya merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lapan alien
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top