Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Asteroid Kecil Melewati Bumi

Sebuah pelintasan ganda dari batu luar angkasa yang sudah diprediksi oleh NASArnAsteroid 2020 UX dan TF6 2020, keduanya ditemukan pada minggu lalu, dan akan melewati bumi kurang dari setengah jarak bulan Bumi ketika mereka lewat hari ini, tetapi memiliki kemungkinan kecil memiliki ancaman bagi planet kita. Jarak Bumi dengan Bulan rata-rata, sekitar 239.000 mil (385.000 kilometer) dari Bumi.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  19:18 WIB
Asteroid 2020 PM7
Asteroid 2020 PM7

Bisnis.com, JAKARTA - Dua asteroid kecil 2020 UX dan 2020 TF6 akan mendekati bumi lebih dekat dari jarak bumi ke bulan pada hari ini, tetapi tidak menimbulkan risiko benturan ke bumi.

Keduanya ditemukan pada minggu lalu, dan akan melewati bumi kurang dari setengah jarak bulan Bumi. Jarak Bumi dengan Bulan rata-rata, sekitar 239.000 mil (385.000 kilometer) dari Bumi.

Asteroid 2020 UX pertama kali ditemukan oleh para astronom pada tanggal 15 Oktober, menurut Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA di Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California. Asteroid itu seukuran mobil (sekitar 12 kaki, atau 4 meter, lebarnya) dan terbang dalam jarak 118.000 mil (190.000 km) dari Bumi ketika melakukan pendekatan terdekatnya hari ini.

Sedangkan asteroid 2020 TF6 pertama kali terlihat pada tanggal 17 Oktober. Dengan ukuran sebesar bus, sedikit lebih besar dari UX 2020. Dengan lebarnya yang sekitar 60 kaki (18 m), menurut CNEOS. Jarak terdekatnya dengan bumi adalah 95.400 mil (153.500 km).

Penerbangan asteroid ganda ini terjadi saat NASA menghitung mundur upaya pertamanya untuk mengumpulkan sampel dari asteroid.

Pada hari Selasa (20 Oktober), pesawat luar angkasa OSIRIS-REx NASA akan mencoba untuk "mengangkut" asteroid Bennu untuk mengumpulkan sampel batuan luar angkasa. Ini adalah upaya pengambilan sampel asteroid pertama NASA, meskipun sampel dari asteroid yang berbeda berhasil dibawa menuju ke Bumi oleh pesawat luar angkasa Hayabusa Jepang pada tahun 2010.

NASA meluncurkan OSIRIS-REx (yang merupakan kependekan dari Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security-Regolith Explorer) pada tahun 2016 dan pesawat ruang angkasa itu tiba di Asteroid Bennu dua tahun kemudian. Setiap sampel asteroid Bennu akan dikembalikan ke Bumi dengan menggunakan satelit luar angkasa pada tahun 2023, menurut salah satu pejabat dari NASA.

Fenomena asteroid seperti saat ini relatif umum. Dua asteroid kecil lagi akan terbang tepat di dalam orbit bulan pada hari Rabu (21 Oktober).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top