Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Google: Peretas China yang Targetkan Kampanye Biden Palsukan Perangkat Lunak McAfee

Google menyebut para peretas tampaknya merupakan kelompok yang sama yang tidak berhasil menargetkan kampanye kepresidenan mantan Wakil Presiden Joe Biden dengan serangan phishing awal tahun ini.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  12:07 WIB
Ilustrasi - youtube
Ilustrasi - youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Google menyatakan bahwa peretas yang terkait dengan pemerintah China telah meniru perangkat lunak antivirus McAfee untuk mencoba menginfeksi mesin korban dengan malware.

Melansir The Verge pada Senin (19/10/2020), Google menyebut para peretas tampaknya merupakan kelompok yang sama yang tidak berhasil menargetkan kampanye kepresidenan mantan Wakil Presiden Joe Biden dengan serangan phishing awal tahun ini.

Sekelompok peretas serupa yang berbasis di Iran telah mencoba menargetkan kampanye Presiden Trump, tetapi juga tidak berhasil.

Grup, yang disebut Google sebagai APT 31 (kependekan dari Advanced Persistent Threat), akan mengirimkan tautan email ke pengguna yang akan mengunduh malware yang di-hosting di GitHub, memungkinkan penyerang untuk mengunggah dan mengunduh file serta menjalankan perintah.

Karena grup tersebut menggunakan layanan seperti GitHub dan Dropbox untuk melakukan serangan, pelacakannya menjadi lebih sulit.

"Setiap bagian berbahaya dari serangan ini di-hosting di layanan yang sah, sehingga mempersulit pembela untuk mengandalkan sinyal jaringan untuk mendeteksi," tulis kepala Grup Analisis Ancaman Google Shane Huntley.

Dalam penipuan peniruan identitas McAfee, penerima email akan diminta untuk memasang versi sah dari perangkat lunak McAfee dari GitHub, sementara pada saat yang sama malware diipasang tanpa pengguna menyadarinya. Huntley mencatat bahwa setiap kali Google mendeteksi bahwa pengguna telah menjadi korban serangan yang didukung pemerintah, Google akan mengirimkan peringatan kepada mereka.

Entri blog tersebut tidak menyebutkan siapa yang terpengaruh oleh serangan terbaru APT-31, tetapi mengatakan telah terjadi "peningkatan perhatian pada ancaman yang ditimbulkan oleh APT dalam konteks pemilu AS". Google membagikan temuannya dengan FBI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google hacker
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top