Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Facebook Tolak 2,2 Juta Iklan yang Halangi Pilpres AS

Facebook memperkenalkan program pengecekan fakta, setelah pemilu 2016, dan menambahkannya ke Instagram tahun lalu.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  11:58 WIB
Kantor Facebook. - fb.com
Kantor Facebook. - fb.com

Bisnis.com, JAKARTA - Facebook Inc. diketahui telah menolak 2,2 juta permintaan iklan di dua platform media sosialnya, yakni Facebook dan Instagram lantaran berupaya menghalangi pemungutan suara dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Mengutip Agence France-Presse pada Senin (19/10/2020), Wakil Presiden Facebook untuk Urusan Global Nick Clegg menyatakan bahwa pihaknya juga telah menarik 120.000 unggahan dan memberi peringatan pada 150 juta unggahan karena alasan yang sama.

Clegg membuat pernyataan itu dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis Journal du Dimanche. Dia mengatakan Facebook telah menggunakan kecerdasan buatan yang memungkinkan untuk menghapus miliaran posting dan akun palsu, bahkan sebelum mereka dilaporkan oleh pengguna dan mencatat bahwa perusahaan telah bermitra dengan 70 media, termasuk lima di Prancis, untuk memverifikasi informasi.

Facebook memperkenalkan program pengecekan fakta itu setelah pemilu 2016, dan menambahkannya ke Instagram tahun lalu. Sejak saat itu, program tersebut telah berkembang untuk memasukkan grup Facebook, di mana informasi yang salah sering dibagikan. Program pengecekan fakta memiliki hasil yang beragam, namun, dengan mitra awal Snopes dan ABC meninggalkan kemitraan.

Dan sebuah laporan di Wall Street Journal minggu lalu menunjukkan seberapa jauh Facebook berusaha menenangkan kaum konservatif yang sering mengeluh tentang bias yang dirasakan dalam algoritmanya.

Menurut WSJ, Facebook merancang perubahan pada algoritma umpan beritanya pada tahun 2017 untuk mengurangi visibilitas konten dari situs berita berhaluan kiri seperti Mother Jones di platformnya, dengan persetujuan CEO Mark Zuckerberg.

Facebook telah mengambil langkah lain untuk mencoba mengurangi potensi kekacauan pada 3 November dan sesudahnya. Platform tersebut akan melarang iklan yang secara keliru mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden AS, atau iklan yang mengklaim penipuan pemilih yang merajalela dapat mengubah hasil pemilihan.

Facebook juga akan menolak iklan dari Donald Trump atau Joe Biden jika salah satu dari mereka mencoba untuk mengklaim kemenangan sebelum waktunya. Dan itu melarang iklan politik baru seminggu sebelum pemilihan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu facebook periklanan Pilpres AS 2020
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top