Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peraih Nobel Roger Penrose Sebut ada Alam Semesta Sebelum Kehidupan Kita

Menurut Penrose, seorang ilmuwan yang sezaman dengan Stephen Hawking, Big Bang sebenarnya dimulai di masa depan yang jauh di masa lalu (durasi satu alam semesta).
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  21:31 WIB
Tata Surya - Reuters
Tata Surya - Reuters

Bisnis.com, Jakarta - Big Bang bukanlah awal dari alam semesta kita melainkan akhir dari yang sebelumnya, ujar peraih Nobel Roger Penrose.

"Ada sesuatu sebelum Big Bang dan sesuatu itu akan kita miliki di masa depan," ujarnya dilansir dari deccanherald.com.

Dia juga mengklaim bahwa bukti mengenai alam semesta sebelumnya ada di lubang hitam.

Menurut Penrose, bukti dari alam semesta yang lebih tua ini dapat ditemukan di lubang hitam saat ini dan titik-titik radiasi elektromagnetik yang tidak dapat dijelaskan di luar angkasa.

Ini adalah bagian dari teori yang disebut "conformal cyclic cosmology" yang mengatakan bahwa alam semesta melewati siklus tak terhingga di mana Big Bang adalah kelahiran alam semesta yang baru.

Penrose, yang dianugerahi Hadiah Nobel untuk karyanya di bidang Fisika untuk membuktikan teori relativitas Albert Einstein dengan menemukan lubang hitam, mengatakan bahwa radiasi yang keluar dari lubang hitam atau yang disebut sebagai Radiasi Hawking  adalah sisa dari alam semesta sebelumnya.

Peraih Nobel tersebut juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan periode waktu penguapan total radiasi dari lubang hitam lebih lama dari usia alam semesta kita saat ini, sehingga tidak dapat dideteksi.

Menurut teorinya, akan ada lubang hitam serupa yang menguap (evaporasi Hawking) dari ribuan juta tahun sebelumnya yang menghasilkan Titik Hawking.

“Titik-titik ini berukuran sekitar delapan kali diameter Bulan dan merupakan daerah yang sedikit menghangat. Ada bukti yang cukup bagus setidaknya untuk enam poin ini,” tambahnya.

Namun, para ahli di bidangnya tidak setuju dengan Penrose. Menurut sebuah artikel Forbes, yang mempertanyakan teori Penrose, mengatakan bahwa tidak ada gaung dari masa lalu di alam semesta kita. “Tidak ada bekas di alam semesta kita; tidak ada pola berulang; tidak ada lingkaran konsentris dari fluktuasi tidak beraturan; tidak ada poin Hawking.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hadiah nobel tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top