Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berbentuk Seperti Wig, Ulat Ini Ternyata Sangat Beracun

Ulat puss lebih berbahaya daripada penampilannya yang menggemaskan. Bulu yang terlihat pada tubuh ulat ini jelas bukan bulu palsu,
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  20:56 WIB
Ulat beracun
Ulat beracun

Bisnis.com, Jakarta - Ulat lucu ini mungkin terlihat seperti rambut palsu, tetapi sebenarnya ulat ini adalah salah satu ulat paling berbahaya di Amerika.

Departemen Kehutanan Virginia memperingatkan orang-orang untuk menjaga jarak dari ulat yang sangat berbulu itu.

Ulat puss lebih berbahaya daripada penampilannya yang menggemaskan. Bulu yang terlihat pada tubuh ulat ini jelas bukan bulu palsu, ulat ini juga ini bukan landak yang menggunakan banyak kondisioner rambut dan tidak memiliki bulu yang panjang dan lembut. Tubuhnya tertutup dengan duri berbisa, menurut Departemen Kehutanan Virginia.

Laporan penampakan akan ulat puss mulai bermunculan di Virginia, yang mungkin terjadi karena ini musim puncak bagi opercularis Megalopyge, menurut Dr. Timothy Kring, yang merupakan kepala Departemen Entomologi dan teknologi dari Virginia.

"Kami tidak memiliki data yang menunjukkan bahwa mereka lebih sering terlihat di Virginia tahun ini, meskipun secara umum biasanya mereka lebih sering terlihat di musim gugur," ujar Kring seperti dikutip dari nbcwashington.com.

Makhluk itu biasanya berukuran tidak lebih dari 1,6 inci tetapi dapat menyebabkan reaksi menyakitkan yang serius pada kulit manusia. Sentuh ulat ini dan dalam beberapa menit Anda bisa menderita rasa sakit yang hebat, bengkak, ruam gatal dan bercak. Efek samping yang lebih serius, seperti demam, kram dan mual dan muntah atau bahkan gejala syok juga mungkin terjadi pada kasus terburuk, menurut para peneliti di University of Florida.

Hal tersebut menjadikannya salah satu ulat paling berbahaya di Amerika, menurut Donald W. Hal dari University of Florida. Jika Anda bertemu dengan salah satu ulat ini, firma asuransi kesehatan Cigna mengatakan untuk segera menghubungi dokter Anda.

Pada bulan September, seorang wanita di New Kent County, Virginia, menyentuh seekor ulat puss dan terkena bisa sehingga dia masuk ke dalam unit gawat darurat, seperti yang dilaporkan oleh The Daily Progress 

Ulat puss hidup di daerah dari New Jersey ke Florida, termasuk di beberapa wilayah Virginia timur, menurut Departemen Kehutanan Virginia. Ulat ini juga dikenal sebagai ulat ngengat selatan, mereka paling sering ditemukan di beberapa bagian Texas, menurut Texas A&M University’s AgriLife Extension.

Ulat ini biasanya ditemukan di pohon ek, elm dan plum liar, menurut Kring.  Mereka juga dapat ditemukan di taman atau di dekat bangunan, kata Departemen Kehutanan Virginia.

Terdapat kasus dimana seorang penduduk di Virginia yang bernama Ren Oliver, sedang makan di dek rumahnya di Tappahannock, Virginia, pada 2 September ketika putranya yang berusia 5 tahun melihat ulat berbulu yang merangkak di sekitar. Untungnya, anak lelaki tersebut menghabiskan musim panas dengan membaca tentang serangga dan memberi tahu keluarganya bahwa ulat itu mungkin berbahaya.

Mereka mengambil ulat itu dengan handuk dan melemparkannya ke sungai di dekatnya. Sejak itu, Oliver mengatakan dia mendengar cerita tentang dua orang lainnya yang tidak cukup beruntung sehingga terkena sengatan berbisa.

Anda dapat mengidentifikasi ulat tersebut berdasarkan tubuhnya yang panjang dan berbulu yang memiliki warna yang bervariasi dari kuning hingga cokelat hingga cokelat.

Ulat puss merupakan hewan yang berbisa dan oleh karena itu mereka berbahaya sejak menetas hingga menjadi kepompong, di umur sekitar 46 hari. Begitu mereka muncul sebagai ngengat flanel selatan dewasa, mereka tidak lagi memiliki duri tersebut.

"Sisik ngengat (yaitu bulu halus) dari serangga ini tidak lebih menjadi masalah dibandingkan ngengat lainnya," ujar Kring.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

racun ular
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top