Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SpaceX Jadwal Ulang Peluncuran 60 Setelit Starlink Pekan Ini

60 satelit yang diterbangkan ini menjadikan total satelit Starlink sebanyak 775 satelit berada di orbit bumi.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  11:31 WIB
Pesawat luar angkasa milik SpaceX meluncur dari Pangkalan Udara Cape Canaveral di Florida, AS. - Bloomberg
Pesawat luar angkasa milik SpaceX meluncur dari Pangkalan Udara Cape Canaveral di Florida, AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah tertunda selama dua pekan, SpaceX mengantarkan kelompok ke-13 satelit Starlink yang kontroverisonal ke orbit rendah bumi Selasa (6/10/2020).

Dikutip dari earthsky.org, 60 satelit yang diterbangkan ini menjadikan total satelit Starlink sebanyak 775 satelit berada di orbit bumi.

Kelompok satelit ini dibekali pelindung cahaya matahari bernama VisorSat, dibawa ke orbit dengan dua babak roket Falcon-9 diluncurkan di Kennedy Space Center NASA.

Salah satu misi satelit Starlink yang diluncurkan kali ini adalah penyediaan akses internet yang pada awalnya akan diluncurkan 17 September 2020. Namun tertunda karena keadaan cuaca yang buruk.

Penundaan ini tidak hanya terjadi sekali. Pada 28 September dan 5 Oktober peluncuran ditunda juga dikarenakan cuaca yang buruk. Pada 1 Oktober juga tertunda karena ada masalah sistem dasar pada roket. Lalu barulah 6 Oktober ini satelit Starlink meluncur ke orbit rendah bumi.

Mega konstelasi satelit SpaceX Starlink ini di disain untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi yang menjangkau seluruh bumi, terutama untuk daerah pedesaan dan pelosok.

"Ketika satelit ini sampai pada posisi targetnya, kami akan mulai menyediakan versi beta untuk publik yang bisa diraskan di sebelah utara Amerika Serikat dan mudah-mudahan juga selatan Kanada," ungkap Elon Musk, pendiri dan CEO SpaceX melalui akun twitternya.

Elon juga menambahkan negara lain juga akan menyusul setelah SpaceX mendapatkan regulasi yang telah disetujui.

Di lain sisi, satelit SpaceX Starlink ini menuai kontroversi. Kritikan datang dari komunitas astronomi yang menilai bahwa keberadaan satelit Starlink yang terang dan banyak akan mengganggu observasi langit pada malam hari.

Lembaga Pengetahuan Nasional Amerika Serikat dan Perhimpunan Astronomi Amerika menyampaikan laporan tentang ini pada Agustus 2020. Diskusi pada pelatihan virtual Konstelasi Satelit 1 (SATCON1) yang terdiri dari 250 orang ahli menyatakan kekhawatirannya susunan satelit yang berputar di langit akan menyulitkan mereka melakukan observasi.

Merespon hal tersebut SpaceX saat meluncurkan satelit Starlink kali ini mereka menyediakan VisorSat yang diharapkan akan mengurangi pantulan cahaya. Namun ini hanya satu dari enam saran yang diberikan SATCON1.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satelit tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top