Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS-Eropa Bersiap Luncurkan Satelit Pemantau Permukaan Laut

Rencananya, Sentinel-6 Michael Freilich akan diluncurkan dari pantai barat AS menggunakan roket SpaceX Falcon 9 pada 10 November 2020.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 30 September 2020  |  22:41 WIB
Kontainer berisi Sentinel-6 Michael Freilich.  -  NASA
Kontainer berisi Sentinel-6 Michael Freilich. - NASA

Bisnis.com, JAKARTA – Pangkalan Angkatan Udara Vanderberg di California tengah menjadi saksi kemitraan bersejarah AS-Eropa di sektor perubahan iklim dan ruang angkasa.

Satelit pemantau permukaan terbaru di dunia, Sentinel-6 Michael Freilich, mendarat di Vandenberg menggunakan Antonov 124 pada 24 September setelah perjalanan dua hari dari fasilitas teknik IABG di dekat Munich, Jerman.

Rencananya, Sentinel-6 Michael Freilich akan diluncurkan dari pantai barat AS menggunakan roket SpaceX Falcon 9 pada 10 November 2020.

Parag Vaze, manajer proyek misi di Jet Propulsion Laboratory NASA di California Selatan mengungkapkan pesawat luar angkasa itu menempuh perjalanan yang mulus dari Eropa dan dalam kondisi yang baik.

"Persiapan terakhir sedang dilakukan untuk melihat satelit dengan aman ke orbit Bumi dalam waktu kurang dari tujuh minggu," ujarnya seperti dikutip dari laman NASA, Jumat (25/9/2020).

Satelit ini dinamai Dr. Michael Freilich, seorang mantan direktur Divisi Ilmu Bumi NASA dan tokoh penting dalam memajukan pengamatan laut dari luar angkasa. Sentinel-6 Michael Freilich adalah salah satu dari dua pesawat ruang angkasa identik yang menyusun misi Sentinel-6 / Jason-CS (Continuity of Service) yang dikembangkan dalam kemitraan dengan ESA (European Space Agency).

ESA sedang mengembangkan keluarga misi Sentinel baru untuk mendukung kebutuhan operasional program Copernicus Uni Eropa, sebuah program pengamatan Bumi Uni Eropa yang dikelola oleh Komisi Eropa. Kembaran pesawat ruang angkasa itu, Sentinel-6B, akan diluncurkan pada 2025.

Pierrik Vuilleumier, manajer proyek misi di ESA, mengungkapkan kerja sama tersebut merupakan perjalanan panjang perencanaan, pengembangan, dan pengujian bagi tim misi.

"Kami bangga bekerja dengan mitra internasional kami dalam misi kritis untuk studi permukaan laut dan menantikan bertahun-tahun Sentinel-6 Michael Freilich mengambil data penting permukaan laut dan atmosfer dari orbit," ujarnya.

 

DATA PERMUKAAN LAUT

Setelah berada di orbit, setiap satelit akan mengumpulkan pengukuran tinggi permukaan laut hingga satu sentimeter untuk lebih dari 90% lautan di dunia. Mereka akan berkontribusi pada kumpulan data hampir 30 tahun yang dibangun oleh serangkaian pesawat luar angkasa tanpa gangguan yang dimulai dengan misi TOPEX / Poseidon di awal 1990-an dan berlanjut hingga hari ini dengan Jason-3.

‘Instrumen di pesawat ruang angkasa juga akan memberikan data atmosfer yang akan meningkatkan prakiraan cuaca, membantu melacak badai, dan mendukung model iklim,” tulis NASA.

Meskipun Sentinel-6 Michael Freilich telah menjalani pengujian yang ketat, ia akan melalui pemeriksaan terakhir di fasilitas pemrosesan muatan SpaceX di Vandenberg untuk memverifikasi bahwa satelit itu sehat dan siap untuk diluncurkan.

Setelah tes selesai, Sentinel-6 Michael Freilich akan dipasang di atas roket SpaceX Falcon 9 di Space Launch Complex 4E Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg. Peluncuran dijadwalkan pukul 14:31 EST pada 10 November atau 2:31 WIB pada 11 November.

Karen St. Germain, direktur Divisi Ilmu Bumi NASA di Washington, mengungkapkan satelit Sentinel-6 Michael Freilich akan memperluas catatan pengamatan kami atas permukaan laut global dan meningkatkan pemahaman tentang Bumi sebagai sebuah sistem.

“Selain itu, juga menginformasikan para pengambil keputusan, dari tingkat federal hingga lokal, yang harus mengelola risiko yang terkait dengan kenaikan permukaan laut,” katanya.

Sentinel-6 / Jason-CS sedang dikembangkan bersama oleh ESA, Organisasi Eropa untuk Eksploitasi Satelit Meteorologi (EUMETSAT), NASA, dan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, dengan dukungan dana dari Komisi Eropa dan dukungan teknis dari Badan Nasional Prancis. Pusat Studi Luar Angkasa (CNES).

JPL, sebuah divisi dari Caltech di Pasadena, memberikan kontribusi tiga instrumen sains untuk setiap satelit Sentinel-6: Advanced Microwave Radiometer, Global Navigation Satellite System - Radio Occultation, dan Laser Retroreflector Array.

NASA juga memberikan kontribusi layanan peluncuran, sistem darat yang mendukung pengoperasian instrumen sains NASA, pemroses data sains untuk dua instrumen ini, dan dukungan untuk Tim Sains Topografi Permukaan Laut internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perubahan iklim satelit
Editor : Lukas Hendra TM
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top