Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WiFi Luar Ruang Wajib Didaftarkan, Bagaimana dengan Dalam Ruang?

Kemenkominfo akan mewajibkan pegelaran WiFi luar ruang untuk terdaftar di kementerian itumelalui revisi Permen No. 1/2019 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  09:48 WIB
Penguat sinyal Wifi. - istimewa
Penguat sinyal Wifi. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Aktivitas WiFi luar ruang berpotensi mengganggu radar cuaca. Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mewajibkan pegelaran WiFi luar ruang untuk terdaftar di Kemenkominfo melalui revisi PM No. 1/2019 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas.

Lantas bagaimana dengan WiFi dalam ruang atau WiFi di perumahan?

Kasubdit Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat (DTBD) Kemenkominfo Adis Alifiawan mengatakan bahwa WiFI dalam ruang tidak akan diatur dalam peraturan tersebut.

Alasannya, WiFi dalam ruang atau WiFi rumah menggunakan tenaga yang relatifkecil. Berbeda dengan WiFi luar ruang yang satu titiknya dapat mencapai 2 watt.

“Tidak perlu regristrasi [WiFi dalam ruang]” kata Adis kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa WiFi rumah hanya menggunakan daya kecil tidak sampai 1 watt. “WiFi di rumah paling 250 mW atau 100 mW,” kata Ian.

Ian mengatakan bahwa terdapat sejumlah hal yang menyebabkan WiFi luar ruang mengganggu radar cuaca.

Pertama, kualitas filter diantara frekuensi radar cuaca dan frekuensi WiFi jelek sehingga menyebabkan frekuensi WiFi dan radar cuaca bercampur.

Kedua, pengaturan yang WiFi yang terlalu ke bawah sehingga bercampur dengan frekuensi radar cuaca.

Selain itu, WiFi luar ruang juga menggunakan tenaga yang besar dan cakupan yang luas hingga 20 km. Cakupan WiFi yang luas dimanfaatkan oleh penyedia jasa internet untuk menghemat biaya dalam menyalurkan akses internet.

Para penyedia jasa internet tidak perlu menarik kabel serat optik untuk memberi akses internet cukup dengan WiFi.

Power WiFi outdoor sekitar 2 watt, itu sudah lumayan mengganggu. Radar cuaca kan menembak ke atas kemudian radar menerima pantulan yang lemah. Pantulan itu yang nantinya akan bermasalah karena tertabrak WiFi dengan tenaga yagn kuat,” kata Ian.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wifi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top