Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selangkah Lagi Tencent Akuisisi Leyou

Negosiasi antara Tencent dan Leyou telah memasuki tahap akhir, dan diperkirakan rampung pekan ini.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  16:39 WIB
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018). - Bloomberg/Giulia Marchi
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018). - Bloomberg/Giulia Marchi

Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa konglomerasi Tencent Holdings Ltd kian dekat dengan kesepakatan akuisisi terhadap perusahaaan gim Leyou Technologies Holdings Ltd. Sumber internal perusahaan membeberkan bahwa kedua pihak sama-sama tak keberatan dengan harga di kisaran USS 1,3 miliar.

Hingga Senin (24/8/2020) hari ini masih belum ada kesepakatan hitam di atas putih. Negosiasi tahap akhir tengah berlangsung dengan harga saham dibahas pada kisaran 3,4 hingga 3,4 dolar Hong Kong per lembar.

Mengacu laporan terbaru Bloomberg, kabar penjualan perusahaan membuat nilai saham Leyou sempat menguat 4,8 persen pada perdagangan Senin (24/8), dengan angka 3,2 dolar Hong Kong per lembar. Valuasi Leyou ditaksir berada di kisaran USS 1,27 miliar.

Bloomberg memprediksi kesepakatan bakal diumumkan ke hadapan publik selambat-lambatnya akhir pekan ini.

Negosiasi antara Tencent dan Leyou sebenarnya bukan isu baru. Kedua pihak disebut-sebut telah melakukan penjajakan sejak September 2019 silam.

Leyou, yang telah melantai di bursa Hong Kong sejak 2011, memiliki beberapa produk gim andalan seperti Warframe hingga Dirty Bomb. Saat ini perusahaan tersebut juga sedang bekerja sama dengan Amazon.com untuk memproduksi gim adaptasi dari gilm legendaris The Lord of the Rings.

Akuisisi dari Tencent diharapkan dapat menguntungkan kedua pihak. Sebab pada semester I/2020 Leyou menderita kerugian bersih senilai USS 5,8 juta.

Kerugian ini sebenarnya lebih rendah ketimbang catatan rugi USS 9,3 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, namun tampak lebih buruk dari perkiraan awal tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi tencent

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top