Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nvidia Peroleh Pemasukan US$3,87 Miliar pada Kuartal II/2020

Pandemi Covid-19 memberi dampak buruk pada bisnis Nvidia, khususnya divisi otomotif dan visualisasi profesional.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  14:21 WIB
Chip Nvidia Orin yang digunakan untuk platform baru yang diluncurkan perusahaan pada Kamis yang dapat mendukung semuanya, mulai dari teknologi keselamatan berkendara hingga teknologi self-driving untuk robotaxis.  - NVINDIA
Chip Nvidia Orin yang digunakan untuk platform baru yang diluncurkan perusahaan pada Kamis yang dapat mendukung semuanya, mulai dari teknologi keselamatan berkendara hingga teknologi self-driving untuk robotaxis. - NVINDIA

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan produsen prosesor grafis, media, dan alat komunikasi untuk komputer pribadi, Nvidia mencatatkan pemasukan US$3,87 miliar pada laporan keuangan mereka untuk kuartal II/2020.

Seperti dikutip melalui venturebeat, pemasukan tersebut mengartikan adanya kenaikan hingga 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan Nvidia ini melebihi perkiraan analis yang hanya mencapai US$3,65 miliar.

Sementara itu, margin laba kotor Nvidia pada kuartal II/2020 mencapai 66 persen, yang mana pada periode sebelumnya, margin laba kotor hanya 60,1 persen.

Dari total pendapatan Nvidia, pemasukan dari divisi datacenter mencapai US$1,7 miliar, naik 167 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, untuk divisi gaming menyumbangkan US$1,65 miliar, naik 26 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Periode kuartal II/2020 adalah kali pertama divisi datacenter memberikontribusi yang lebih besar pada pemasukan Nvidia dari divisi gaming.

Selanjutnya, seperti dikutip dari GamesBeat, CEO Nvidia, Jensen Huang menyebutkan bahwa peningkatan pemasukan berkorelasi dari meningkatnya jumlah pengguna teknologi Nvidia.

“GeForce gaming tumbuh pesat, seiring dengan makin banyaknya gamer yang ingin bermain menggunakan teknologi RTX ray tracing dan AI [artificial intelligence] agar mereka bisa bermain di dunia gim yang realistis,” ungkapnya.

Namun, CFO Nvidia, Colette Kress mengakui bahwa pandemi Covid-19 memberi dampak buruk pada bisnis Nvidia, khususnya divisi otomotif dan visualisasi profesional.

Pemasukan dari divisi visualisasi profesional mencapai US$203 juta, turun 30 persen dari tahun lalu.

Divisi lain yang pemasukannya turun adalah divisi otomotif. Pemasukan bisnis otomotif turun 47 persen menjadi US$111 juta. 

Terakhir, pemasukan divisi lain-lain dari Nvidia naik 32 persen dari tahun lalu, menjadi US$146 juta.

Dia mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 juga memberi dampak buruk pada pelanggan Nvidia di berbagai industri, seperti industri edukasi, riset, energi, otomotif, arsitektur, dan media. Menurutnya, saat ini semua industri tengah berusaha untuk pulih. Hanya saja, kemampuan untuk bangkit dari tiap-tiap  industri berbeda-beda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

game prosesor
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top