Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Tips dari Google untuk Pahami Jejak Digital

Google Indonesia memahami jejak digital adalah salah satu isu yang tengah berkembang di masyarakat. Adapun, mereka memberi tips untuk menjaga keamanan jejak digital pengguna.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  04:00 WIB
Pengunjung bersandar pada logo Google, di Jakarta, Kamis (26/10). - JIBI/Nurul Hidayat
Pengunjung bersandar pada logo Google, di Jakarta, Kamis (26/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Google Indonesia memahami jejak digital adalah salah satu isu yang tengah berkembang di masyarakat. Jntuk itu, Google memberikan tips untuk menjaga keamanan jejak digital pengguna.

Danny Ardianto, Manajer Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik Google Indonesia,  mengungkapkan bahwa di dunia maya, ada jejak digital yang dikumpulkan oleh platform, merupakan jejak yang harus dilindungi, termasuk oleh pemilik data.

"Misi Google adalah ingin menyajikan dan mengelola informasi yang ada di seluruh dunia dan menyediakannya untuk siapa pun," ujarnya dalam webinar, Senin (10/8/2020).

Danny menjelaskan bahwa salah satu produknya, Maps, mengumpulkan data agregat anonim untuk mendapatkan informasi mengenai suatu lokasi. Adapun, Danny menjamin bahwa data tersebut tidak bisa dilihat pihak lain.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki fitur Hapus Otomatis, yang mana selain menghapus data secara manual kapan saja, pengguna dapat menyetel batas waktu untuk berapa lama menyimpan beberapa data di akun mereka.

“Pengguna dapat menetapkan batas data aktivitas selama 3 atau 18 bulan. Semua data lama yang akan dihapus secara otomatis Kami ingin menyajikan dan mengelola informasi agar bermanfaat kepada user. Kami ingin tetap aman sehingga jejak dari aktivitas web dan app, jejak lokasi, Youtube, dan lainnya akan dihapus oleh google,” ujarnya.

Danny pun menyarankan untuk tidak mengunggah informasi sensitif seperti nomor KTP, PIN, kata sandi, alamat rumah, nomor telepon dan tanda tangan. Tips kedua, pengguna harus waspada, terutama mengenai unggahan yang berpotensi membahayakan, salah satunya scam.

“Informasi sensitif jangan sampai terupload baik sengaja atau tidak sengaja seperti passport, KTP, Signature Membership number, dan lainnya,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google media sosial
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top