Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Medan Magnet Korona Matahari Diukur untuk Pertama Kalinya

Mereka menggunakan pengamatan dari Coronal Multi-channel Polarimeter (CoMP), sebuah instrumen yang dapat memberikan pengukuran radiasi infra
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  20:12 WIB
Medan magnet korona matahari - phsy.org
Medan magnet korona matahari - phsy.org

Bisnis.com, JAKARTA—Tim fisikawan matahari internasional, termasuk akademisi dari Universitas Northumbria di Newcastle baru-baru ini mengukur medan magnet global dari lapisan paling luar atmosfer Matahari yakni korona matahari untuk pertama kalinya.

Tim tersebut, termasuk peneliti dari Peking University, China dan National Center for Atmospheric Research (NCAR), dan Amerika Serikat. Mereka menggunakan pengamatan dari Coronal Multi-channel Polarimeter (CoMP), sebuah instrumen yang dapat memberikan pengukuran radiasi infra merah yang berasal dari atmosfer Matahari.

Penelitian mereka baru saja dipublikasikan di jurnal Science pada 7 Agustus 2020 dengan judul Global maps of the magnetic field in the solar corona.

Matahari adalah bintang yang termagnetisasi, dan medan magnetnya memainkan peran penting dalam membentuk atmosfer matahari. Medan magnet mengatur banyak aspek perilaku Matahari, menyebabkan siklus matahari selama 11 tahun, letusan matahari yang spektakuler, dan pemanasan gas panas (plasma) di korona matahari hingga jutaan derajat Celcius.

Medan magnet berulir melalui berbagai lapisan atmosfer Matahari, yang berarti bahwa informasi tentang medan magnet seluruh atmosfer diperlukan untuk memahami interaksi antara plasma surya dan medan magnet.

Namun, hingga saat ini, pengukuran rutin medan magnet matahari hanya dilakukan di permukaan bintang kita (wilayah Matahari yang disebut fotosfer). Meskipun lebih dari 100 tahun telah berlalu sejak pengukuran pertama medan magnet Matahari, kita masih belum memiliki pengetahuan yang tepat tentang medan magnet di atmosfer Matahari bagian atas, terutama korona.

Lebih dari 20 tahun yang lalu, sebuah teknik yang disebut magnetoseismology dikemukakan sebagai cara untuk mengukur medan magnet di korona. Metode ini memanfaatkan gelombang magnet, yang dikenal sebagai gelombang Alfvén, yang bergerak di sepanjang medan magnet.

Yang penting, kecepatan perjalanan gelombang bergantung pada kekuatan medan magnet, yang berarti bahwa kemampuan untuk mengukur seberapa cepat mereka bergerak memungkinkan perkiraan medan magnet dibuat.

Richard Morton, UKRI Future Leader Fellow di Universitas Northumbria, adalah pakar dunia dalam pengamatan dan analisis gelombang di korona Matahari dan merupakan bagian dari tim yang menyampaikan hasil yang menarik ini. Morton telah lama menjadi pengguna instrumen CoMP dan menganjurkan penggunaan pengukuran tersebut untuk mempelajari medan magnet Matahari.

“Data yang dikumpulkan dari CoMP mengungkapkan bahwa korona Matahari penuh dengan gelombang Alfvén ini dan memberi kita tampilan terbaik yang tersedia. Saya pikir ini adalah demonstrasi yang luar biasa tentang bagaimana kita dapat mengeksploitasi gelombang Alfven untuk menyelidiki sifat-sifat Matahari," katanya seperti dikutip dari laman Phys.org, Kamis (6/7/2020).

Dia menambahkan bahwa prosesnya mirip dengan bagaimana seismolog menggunakan gempa bumi untuk mengetahui apa interiornya. Ini adalah pertama kalinya peta global medan magnet korona diperoleh melalui pengamatan aktual, sehingga menandai lompatan menuju penyelesaian masalah pengukuran medan magnet koronal.

Pada prinsipnya, dengan teknik ini, peta medan magnet koronal global sekarang dapat diperoleh secara rutin, mengisi bagian yang hilang dari pengukuran magnet global Matahari. Bersama dengan pengukuran medan magnet yang diukur secara bersamaan dari permukaan Matahari, magnetogram korona sinoptik ini akan memberikan informasi penting untuk memajukan pemahaman tentang bagaimana medan magnet memasangkan berbagai lapisan atmosfer Matahari serta mekanisme fisik yang bertanggung jawab atas letusan matahari dan siklus matahari. .

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari medan elektromagnet
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top