Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaspersky Ingatkan Periksa Ulang Keamanan Ponsel Sebelum Beli

Perusahaan keamanan global, Kaspersky menyebutkan sejumlah ponsel telah didesain menampilkan iklan tanpa disadari pemiliknya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  15:56 WIB
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara. - ANtara / Septianda Perdana
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara. - ANtara / Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan keamanan Kaspersky melaporkan sejumlah malware dan adware mampu menyerang partisi sistem pada telepon pintar.      

Igor Golovin, peneliti keamanan Kaspersky mendapati bahwa dalam beberapa kasus, malware sudah menyerang partisi sistem. Hal ini pun menyebabkan solusi keamanan yang ada tidak dapat mengakses direktori sistem.

“Dengan kata lain, file berbahaya itu tidak akan dapat dihapus. Risiko aplikasi yang tidak dapat dihapus ini bervariasi dari satu hingga 5 persen terdapat pada perangkat biaya rendah dan dapat meningkat hingga 27 persen dalam kasus ekstrim,” ucapnya lewat keterangan resmi, Senin, (13/7/2020).

Saat ini, cara paling umum melawan iklan yang mengganggu adalah menginstal apliksi peblok. Ironisnya, infeksi dapat terjadi karena akses root dan menginstal adware. Dapat juga melalui kode untuk menampilkan iklan sebelum perangkat sampai ke tangan pengguna.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa beberapa malware yang kerap terdeteksi berada di sistem partisi adalah Trojan Lezok dan Triada. Triada bahkan terdeteksi berada di kode pada hampir semua aplikasi yang ada di perangkat. Kendati trojan ini sudah terdeteksi beberapa tahun lalu, namun masih ada pengguna yang terkena serangan Trojan ini.

“Parahnya beberapa trojan yang ditemukan oleh Kaspersky memiliki kemampuan untuk menyediakan akses jarak jauh ke perangkat pengguna. Beberapa di antaranya juga menjalankan iklan dalam jendela invisible agar tidak diketahui oleh pengguna perangkat yang terinfeksi,” terangnya.

Beberapa vendor memang mengakui mereka menanamkan adware di perangkat buatan mereka. Namun sebagian besar menyatakan bahwa pengguna bisa menonaktifkan adware tersebut. Sementara sebagian lainnya tidak memberikan opsi tersebut. Mereka menyatakan hal itu merupakan bagian dari bisnis mereka untuk mengurangi biaya perangkat.

“Saya menyarankan pengguna untuk melihat dengan cermat model ponsel cerdas yang ingin mereka beli dan memperhitungkan risiko ini. Akhirnya, mungkin pengguna akan dihadapkan pada pilihan antara membeli perangkat yang lebih murah atau yang lebih ramah pengguna," katanya.

Untuk itu, Kaspersky menyarankan pemeriksaan ulang perangkat sebelum membeli. Tidak hanya itu, jika perangkat sudah terinfeksi, segera periksa pembaruan sistem atau memasang firmware alternatif. Jangan lupa juga untuk menggunakan solusi keamanan yang ada.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu pengguna untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan adware di perangkat mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaspersky ponsel
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top