Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Telkomsel Pastikan Data Pelanggan Tetap Aman

Sebelumnya, isu mengenai kebocoran data Telkomsel berhembus seiring kasus yang menimpa pegiat sosial Denny Siregar. Pelakunya sudah tertangkap yaitu pegawai berinisial FPH.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  18:30 WIB
Karyawan melayani pelanggan di pusat layanan pelanggan Telkomsel di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin(27/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melayani pelanggan di pusat layanan pelanggan Telkomsel di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin(27/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, BANDUNG – PT Telekomunikasi Selular memastikan data pelanggan yang berada di perseroan tetap aman. Dengan teknologi terdepan yang dimilikinya, Telkomsel berkomitmen menjadikan keamanan data pelanggan sebagai prioritas.

Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Sentyanto Hantoro mengakui bahwa saat ini terjadi keresahan di tengah masyarakat khususnya pelanggan Telkomsel mengenai keamanan data pribadi.

Ketika menyikapi hal itu, Sentyanto memastikan bahwa pihaknya serius dan terbuka dalam menangani keamanan data pelanggan. Pihaknya juga rutin melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa keamanan data pelanggan Telkomsel tetap terjaga.

Dari sisi internal, Telkomsel mengklaim telah menjalankan operasional sistem perlidungan dan keamanan data pelanggan dengan prosedur standar operasional tersertifikasi mengacu pada standar teknis dan keamanan yang telah ditentukan oleh lembaga standardisasi internasional (ITU, GSMA) maupun regulasi yang berlaku.

Telkomsel juga memastikan bahwa operasional perusahaan telah berjalan sesuai dengan standar sertifikasi ISO 27001 dengan proses sertifikasi dilakukan secara berkala oleh lembaga internasional yang independen dan profesional untuk menjaga keamanan data.

“Kami juga memastikan, seluruh aset serta sumber daya teknologi dan manusia, termasuk standar operasional Telkomsel yang berkaitan dan terhubung langsung dengan data pelanggan, telah dan akan tetap dijalankan dengan pengawasan proses sertifikasi, sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Setyanto melalui siaran pers, Senin (13/7/2020).

Ketika menyinggung mengenai dugaan kebocoran data yang dilakukan oleh pegawai sistem alih daya, Setyanto menegaskan bahwa pihaknya akan memberi sanksi tegas bagi oknum pelaku. Telkomsel juga akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai proses hukum yang berlaku.

“Kami sangat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk perbaikan dan berharap dampak yang merugikan semua pihak ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari,” kata Setyanto.

Sebelumnya, isu mengenai kebocoran data Telkomsel berhembus seiring kasus yang menimpa pegiat sosial Denny Siregar. Pelakunya sudah tertangkap yaitu pegawai berinisial FPH.

FPH bekerja di salah satu gerai Telkomsel di Surabaya. Dia dipekerjakan dengan sistem alih daya. Dalam melakukan tindakannya, FPH melakukan akses data pelangga dan data device atas pelanggan Telkomsel yaitu Denny Siregar.

Mengenai kewenangan akses data pelanggan di berbagai pusat layanan pelanggan Telkomsel, seperti GraPARI, Call Center, maupun yang berbasis digital dan virtual lainnya, Telkomsel menjelaskan bahwa petugas layanan pelanggan yang telah ditunjuk untuk melayani pelanggan secara langsung memang memiliki akses terhadap sejumlah sistem data pelanggan secara terbatas, sesuai otoritas dan kebutuhan yang telah ditentukan.

Saat mengakses data, para mereka tidak luput dari fungsi kontrol serta pengawasan sehinga semua aktifitas tetap terpantau dengan ketat.

Kewenangan akses terhadap data pelanggan oleh petugas layanan pelanggan diperuntukkan untuk membantu proses keamanan validasi dalam fungsi melindungi pelanggan dan pemenuhan layanan kepada pelanggan.

Sebagai wujud keseriusan Telkomsel dalam menjamin keamanan data pelanggan dan agar kejadian serupa tidak terulang pada kemudian hari, Telkomsel juga telah melakukan evaluasi dan mengambil tindakan tegas sesuai aturan internal perusahaan melalui penerapan sanksi sesuai dengan ketentuan baik secara administrasi hingga tindak lanjut proses hukum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkomsel perlindungan data pribadi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top