Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemangkasan Anggaran Tak Berdampak Buruk Bagi Pendanaan Startup

Pendanaan startup pada semester I/2020 diklaim justru lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  03:24 WIB
Ilustrasi startup -
Ilustrasi startup -

Bisnis.com, JAKARTA - Pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2020 di beberapa kementerian dinilai tidak berdampak buruk bagi iklim pendanaan perusahaan rintisan atau startup di Tanah Air.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Presiden No. 72/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, anggaran Kemenparekraf dipangkas menjadi Rp3,32 triliun dari sebelumnya Rp5,36 triliun.

Pemangkasan anggaran juga dilakukan terhadap Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) yang juga melakukan pengembangan startup dari Rp42,1 triliun menjadi Rp1,87 triliun.

Pengamat perusahaan rintisan sekaligus Chief Executive Officer (CEO) DailySocial.id Rama Mamuaya mengatakan pendanaan startup pada semester I/2020 justru lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Data DailySocial.id mencatat justru angkanya naik. Semester pertama tahun 2019 tercatat 51 startup mendapat pendanaan, dan semester pertama 2020 ada 52 startup," ujar Rama kepada Bisnis, Kamis (9/7/2020).

Dia menilai saat ini merupakan fase awal dari siklus pertumbuhan ekosistem inovasi di mana diperlukan banyak pemain yang berkompetisi.

Lebih lanjut dia mengatakan dari sekitar 10 persen perusahaan rintisan yang mampu menjalankan bisnis, diperkirakan kurang dari 1 persen yang akan menjadi besar, di mana proses wealth creation akan berjalan di fase selanjutnya.

Sementara itu, Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan minat investor terhadap startup lebih dipengaruhi oleh potensi pasar dan kondisi ekosistem.

"Dan di Indonesia, jumlah startup unggul dari masing-masing vertikal bisnis yang dilirik investor pasti ada," ujar Edward kepada Bisnis, Kamis (9/7/2020).

Adapun, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan 3.500 startup dapat dikembangkan oleh pemerintah pada 2024 dengan target tahunan sebanyak 700 startup terhitung sejak 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp pendanaan
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top