Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Pasien Covid-19 Bocor, Bagaimana Nasib Aplikasi PeduliLindungi?

Kepastian keamanan data dalam aplikasi PeduliLindungi diperoleh Kementerian Komunikasi dan Informatika setelah melakukan pengecekan dan evaluasi keamanan aplikasi tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  18:15 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memberikan keterangan saat konferensi pers Komunikasi Publik Penanganan Virus Corona di Jakarta, Senin (3/2). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memberikan keterangan saat konferensi pers Komunikasi Publik Penanganan Virus Corona di Jakarta, Senin (3/2). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjamin data yang terdapat di aplikasi PeduliLindungi tidak mengalami peretasan dan pembocoran.

Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan kepastian keamanan data dalam aplikasi PeduliLindungi diperoleh setelah kementeriannya melakukan pengecekan dan evaluasi keamanan aplikasi tersebut.

"Setelah dilakukan asesmen dan evaluasi keamanan secara menyeluruh, PeduliLindungi aman dan tidak ada kebocoran data," katanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/6/2020).

Dia  menjamin, data hasil pemeriksaan yang terdapat dalam aplikasi itu tidak akan dipublikasikan. Johnny mengatakan, Kemenkominfo melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara untuk menelusuri dugaan kebocoran data Covid-19 Indonesia.

Menurut Johhny, BSSN juga menyatakan tidak ada data yang bocor dari aplikasi PeduliLindungi.

Adapun, PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk menghentikan penularan Covid-19. Aplikasi ini mengandalkan kepedulian (peduli) dan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.

"Keamanan data Covid-19 akan terus dijaga dan keamanan sistem juga terus ditingkatkan," kata Johnny.

Kominfo mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan unethical hacking seperti meretas untuk mencuri data misalnya. Pasalnya, hal itu merupakan pelanggaran hukum, baik di Indonesia maupun negara lainnya.

Seperti diketahui, peretas menjual data Covid-19 Indonesia di situs pasar gelap RaidForums, dan mengaku mengantongi sejumlah data sensitif dari pasien COVID-19 di Indonesia.

Lewat fitur spoiler di situs tersebut, data yang diambil antara lain berupa nama, alamat tinggal, tanggal pelaporan, jenis kelamin, status pasien hingga riwayat keluhan penyakit.

Peretas mengklaim data tersebut diambil saat pembobolan pada 20 Mei lalu, berjumlah 230.000 data dalam format MySQL.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo perlindungan data pribadi covid-19

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top