Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alami Krisis Keuangan, Iflix Akan Dijual Ke Perusahaan China

Langkah Iflix untuk mencapai targetnya melakukan IPO pada 31 Juli mendatang nampaknya akan sulit terwujud lantaran mengalami krisis keuangan. Perusahaan ini pun dikabarkan bakal dijual ke korporasi asal China.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  16:54 WIB
Iflix - InterAksyon
Iflix - InterAksyon

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu perusahaan video streaming yang berbasis di Malaysia yakni Iflix dikabarkan tengah dalam proses pembicaraan untuk dijual ke pihak lain. Perusahaan asal China dikabarkan tertarik mengakuisisi Iflix.

Seperti dikutip dari Nikkei Asian Review, Senin (15/6/2020), aksi korporasi itu dilakukan sebagai silusi bagi Iflix untuk menghindari krisis keuangan akibat tekanan utang.

Sejumlah sumber internal Iflix menyebutkan, kesepakatan penjualan Iflix akan diumumkan pada akhir bulan ini. Dalam hal ini, terdaapt salah satu perusahaan asal China yang menjadi calon pembeli potensial.

Krisis yang menimpa Iflix terjadi sepanjang tahun ini. Sebelumnya pada 9 April 2020 Patrick Grove dikabarkan mengundurkan diri dari kursi chairman Ifilx. Luke Elliott, salah satu pendiri iflix, juga mengundurkan diri dari jajaran dewan perusahaan pada hari yang sama.

Grove dan Elliott juga merupakan pendiri Catcha Group, pemegang saham utama iflix. Dua direktur iflix lainnya juga mengundurkan diri pada 9 April - David Nairn dan Mark Andrew Licciardo.

Pada 7 Mei, tepat di bawah sebulan setelah kepergian Grove dan Elliott, iflix menunjuk Ryan Shaw dan John Zeckendorf sebagai pengganti. Keduanya dikenal sebagai ahli untuk menyelamatkan perusahaan yang sedang tertekan.

Adapun kabar perubahan jajaran manajemen dan penjualan perusahaan ini membuat posisi Iflix makin menjadi sorotan. Pasalnya, Iflix telah menargetkan bakal melakukan aksi penawaran umum perdana (IPO) pada 31 Juli 2020.

Keuangan Iflix tercatat menunjukkan indikasi negatif setelah melaporkan kerugian bersih US$158,1 juta pada 2018. Hal itu salah satunya disebabkan langkah perusahaan melakukan ‘bakar uang’ hingga 25,5 juta.

Selanjutnya, pada September 2019, perusahaan memperkirakan bahwa mereka hanya akan memiliki modal yang cukup untuk operasional perusahaan dan administrasi hingga 30 November 2019.

Sejak saat itu Iflix belum mengumumkan adanya pendanaan tambahan. Prospek bisnis Iflix  yang negative membuat salah satu perusahaan asal Indonesia yakni Surya Citra Media (SCM) memutuskan pada tanggal 31 Desember 2019, untuk menarik investasinya di perusahaan itu.

Sebelumnya, Chief Executive Iflix Marc Barnett dalam wawancaranya dengan DealStreetAsia mengatakan industri video streaming tidak serta merta kebal dari tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Tak heran perusahaa pun melakukan pemutusan hubungan kerja pada April lalu.

"Industri ini tidak kebal terhadap keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia streaming videostreaming
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top