Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Startup Ini Bikin Teknologi Peta Kebutuhan APD

Perusahaan rintisan besutan Kemenperin, MAPID menghadirkan inovasi yang mampu memetakan kebutuhan alat pelindung diri (APD) di Indonesia. MAPID merupakan salah satu finalis program Startup 4 Industry Kemenperin.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  21:00 WIB
Keberadaan startup seperti MAPID menjadi bagian penting dalam akselerasi penerapan inovasi teknologi digital, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. - MAPID
Keberadaan startup seperti MAPID menjadi bagian penting dalam akselerasi penerapan inovasi teknologi digital, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. - MAPID

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan rintisan besutan Kemenperin, MAPID menghadirkan inovasi yang mampu memetakan kebutuhan alat pelindung diri (APD) di Indonesia. MAPID merupakan salah satu finalis program Startup 4 Industry Kemenperin.

Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin mengatakan, Kemenperin proaktif mendorong perusahaan rintisan (startup) agar berperan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Salah satu startup itu ialah MAPID, perusahaan rintisan asal Bandung yang telah menciptakan inovasi melalui pembuatan Platform GEO MAPID. Temuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan alat pelindung diri (APD) di Indonesia.

“Keunggulan MAPID adalah memanfaatkan gabungan geospasial dan internet of things menjadi sebuah platform berbasis peta yang dapat diintegrasikan dengan berbagai macam sensor untuk memonitor secara otomatis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2020).

CEO MAPID Bagus Imam Darmawan mengatakan platform GEO MAPID merupakan perangkat lunak cloud computing yang akan menjadi solusi layanan dalam pengembangan Sistem Informasi Geografis untuk mengumpulkan, mengelola, memvisualisasikan, dan menganalisis data geospasial.

Teknologi ini bisa memposisikan pemetaan dan penginderaan ekosistem terintegrasi untuk semua orang yang tidak memerlukan keahlian dalam GIS atau Teknik Tata Ruang. Teknologi tersebut juga dapat digunakan oleh siapa saja secara massal.

“Melalui inovasi ini, masyarakat dapat melihat distribusi APD dengan mudah pada tampilan peta. Sehingga, dapat melihat daerah mana saja kebutuhannya sudah terpenuhi dan daerah yang masih membutuhkan APD dapat tersampaikan dengan jelas,” katanya.

Menariknya, data disajikan dalam tampilan tiga dimensi yang bakal mudah dipahami masyarakat. Saat ini, MAPID telah bekerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) untuk bisa memetakan kebutuhan APD di Indonesia.

Selain itu, MAPID akan membantu tim doctorShare agar lebih memahami kebutuhan dan prioritas APD sampai lebih dari 200 fasilitas medis di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keberadaan startup seperti MAPID menjadi bagian penting dalam akselerasi penerapan inovasi teknologi digital, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

Menperin juga meminta kepada pelaku startup di Indonesia agar bisa menghasilkan teknologi digital yang aplikatif dan solutif bagi peningkatan produktivitas dan daya saing industri kecil menengah (IKM).

“Terutama untuk dimanfaatkan di lini manajerial, produksi, maupun pemasaran," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan rintisan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top