Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak! Kronologis Pencurian Data Melalui Phising dan Penyalahgunaan OTP

Phising biasanya melewati 3 tahapan. Pertama, pelaku phising akan menghubungi setelah konsumen melakukan pembayaran; kedua, pelaku mengirimkan tautan dengan iming-iming.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  23:33 WIB
Simak! Kronologis Pencurian Data Melalui Phising dan Penyalahgunaan OTP
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Istilah phising dan one time password kerap terdengar setiap kali terjadi kasus kebocoran data. Kedua istilah tersebut selalu digunakan, salah satu merupakan metode pencurian dan satunya lagi media yang tidal jarang menjadi pintu masuk peretas untuk membobol data pribadi.

Menurut data pengaduan yang diterima Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dalam 3 tahun terakhir terdapat 93 pengaduan kerugian terkait dengan platform dagang-el. Pokok masalah yang diadukan mayoritas mengenai phising dan penyalahgunaan akun melalui OTP.

Untuk mengetahui kedua hal tersebut lebih jauh, pengguna dapat memahami keduanya dengan mengetahui kronologis penyalahgunaan data pribadi di masing-masing sektor.

Secara kronologis, tindakan phising biasanya melewati 3 tahapan. Pertama, pelaku phising akan menghubungi setelah konsumen melakukan pembayaran; kedua, pelaku mengirimkan tautan dengan iming-iming.

Dengan harapan, konsumen mau memasukkan e-mail atau password. Pada saat tautan diklik, website yang dimasuki memiliki kemiripan dengan website asli. Setelah pengguna terjebak di dalam website tiruan tersebut, dengan demikian pelaku berhasil mengambil dan menguasai data konsumen.

Sehingga dana yang sudah dibayarkan oleh pengguna ke platform di-refund oleh pelaku dengan mengganti nomor rekeningnya.

Meski berbeda, penyalahgunaan akun OTP tidak kalah bahayanya dari phising. Penyalahgunaan OTP diawali dengan pembajakan akun multipayment konsumen yang berbelanja di platform dagang-el.

Seperti diketahui, konsumen akan mendapatkan kiriman OTP untuk memeroleh izin akses. Setelah konsumen mengonfirmasi akses tersebut dengan menggunakan OTP, barulah pelaku pembajakan menggunakan saldo yang ada di akun multipayment konsumen.

Dengan demikian, konsumen pun akan mendapatkan tagihan cicilan atas transaksi yang tidak pernah dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phising data
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top