Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bagaimana Nasib Platform Digital Islami Saat Ramadan Tahun ini?

Kebijakan PSBB dan social distancing yang digelar pada saat bersamaan dengan bulan Ramadan, diperkirakan bakal mendorong penggunaan platform digital islami.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 23 April 2020  |  17:58 WIB
Ilustrasi aplikasi ponsel.
Ilustrasi aplikasi ponsel.

Bisnis.com, JAKARTA – Wabah corona yang melanda saat periode Ramadan, berpotensi menjadikan platform digital islami sebagai primadona bagi sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia.

Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) memprediksi platform digital layanan ibadah akan marak bermunculan dan banyak digunakan saat Ramadan. Pasalnya paltaform tersebut akan mendukung aktivitas beribadah masyarakat yang harus dilakukan di rumah.

Bendahara Amvesindo Edward Ismawan Chamdani menilai platform tersebut dapat memaksimalkan ibadah dari rumah di tengah pandemi Covid-19, khususnya sepanjang Ramadan 1441 H. Platform ibadah daring umat Islam berbasis teknologi kecerdasan buatan akan ramai bermunculan hadirkan beberapa fitur spesial Ramadan.

“Aplikasi muslim memiliki pasar yang menjanjikan. Aplikasi yang paling serius dan banyak digunakan saat ini Muslimpro buatan luar. Namun kebetulan ada investasi kami di aplikasi sejenis bernama Muslimpocket,” terangnya saat dihubungi Bisnis, Kamis, (23/4).

Menurutnya, tantangan dari aplikasi islami saat ini, adalah tentang akuisisi pengguna dan cara menghasilkan pendapatan bagi aplikasi.

“Selain itu rata-rata semua aplikasi hampir sama fiturnya, penggunaan AI juga masih seputar analisa user dan artikel, tidak lebih, masih satu arah belum dua arah. Harus dibuat fitur yang lebih interaktif. Fitur seperti infak, zakat dan sadakah bisa menjadi kontribusi nyata ke masyarakat dengan aplikasi seperti ini,” ujarnya.

Adapun, terkait dengan pendanaan, Edward mengatakan belum banyak investor yang melihat ceruk aplikasi semacam ini sebagai fokus investasi.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Umma, Indra Wiralaksmana mengatakan, saat ini sangat penting bagi umat muslim memaksimalkan kegiatan beribadah dari rumah di tengah kebijakan pembatasan sosial berskala Besar (PSBB)yang sedang diterapkan pemerintah.

Sebab, dengan kondisi saat ini, tidak memungkinkan dilakukannya pertemuan langsung di tempat-tempat umum.

Indra melanjutkan, dari hasil pengamatan sejak himbauan menjaga jarak (physical distancing) dimulai, pengguna umma merindukan kajian-kajian majelis ilmu. Apalagi memasuki Ramadan, bulan suci yang selalu dinanti umat muslim setiap tahunnya.

"Bulan Suci Ramadan tentunya sudah dinantikan umat Islam untuk berlomba-lomba mengerjakan kebaikan dan beribadah. Sesuai misi, kami siap membantu umat muslim Indonesia untuk terus bersama-sama menjadi muslim yang lebih baik (khairu ummah) melalui pemanfaatan teknologi untuk beribadah selama di rumah,” terang Indra.

Selain fitur penunjang ibadah utama seperti jadwal salat, penunjuk arah kiblat berbasis GPS dan Al-Qur’an, umma menyiapkan beberapa fitur spesial untuk memaksimalkan ibadah umat muslim di rumah selama bulan Ramadan kali ini.

Sementara itu, Inisiator Awadah Group Yenny Wahid baru saja meluncurkan platform dakwah daring, Awadah Dakwah yang dapat diakses melalui aplikasi. Adapun, melalui platform ini, para ustaz dapat melakukan kegiatan dakwah, penyebaran ajaran kebaikan secara live dan juga tersedia fitur infaq pada aplikasi.

“Awadah Dakwah bersama Cakap dan WIR Group menginisiasi platform dakwah online live yang bisa diakses melalui aplikasi di mana para ustaz dan ulama bisa berinteraksi langsung melalui fitur live video dan chat selama siaran berlangsung,” jelasnya.

Co-Founder dan CEO WIR Group, Michael Budi mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi semakin melekat dan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan pengalaman interaksi yang berbeda menjadi bagian terpenting di masa kini dan masa depan.

“Kami ingin mendekatkan masyarakat dengan materi positif dan bermanfaat melalui  dakwah eksklusif dengan didukung  oleh  teknologi yang Cakap kembangkan, sehingga masyarakat dapat bertemu, berbicara, dan berinteraksi secara langsung dengan ustadz dan ulama setiap hari selama bulan suci Ramadhan," Co-Founder dan CEO Cakap, Tommy Yunus, menambahkan.

Tommy mengatakan bahwa platform ini tersedia secara gratis bagi para pengguna Cakap dan selama bulan Ramadan Awadah Dakwah akan terus hadir selama 30 hari berturut turut sehingga bisa diakses di mana saja.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp platform Ramadan
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top