Bukalapak Hadirkan Buka Pengadaan Untuk Rambah B2G

Bukalapak melihat potensi besar B2G, terutama di bidang pengadaan, dengan didukung dengan semakin maraknya kebijakan dan program pemerintah dalam mendorong transparansi dan tata kelola yang baik.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  22:51 WIB
Bukalapak Hadirkan Buka Pengadaan Untuk Rambah B2G
Logo Bukalapak

Bisnis.com, JAKARTA – Bukalapak menghadirkan Buka Pengadaan Indonesia sebagai salah satu unit bisnis yang menawarkan solusi pengadaan bagi korporasi.

Direktur Buka Pengadaan Indonesia Hita supranjaya mengatakan bahwa unit bisnis yang telah berjalan selama dua tahun terakhir ini melayani e-procurement untuk B2B dan B2G.

“Kami melihat potensi besar B2G, terutama di bidang pengadaan akan semakin meningkat. Hal ini didukung dengan semakin maraknya kebijakan dan program pemerintah dalam mendukung transparansi dan tata kelola yang baik. Buka Pengadaan melihat ini sebagai peluang untuk menjadi partner pemerintah dalam menjawab kedua tantangan kebijakan tersebut,” terangnya saat dihubungi Bisnis, Senin, (17/2)

Hita mengungkapkan bahwa pihaknya menawarkan integrasi antara platform Bukalapak dengan Buka Pengadaan, yang mana platform tersebut hingga kini menghubungkan 5 juta pelapak dan 80 juta variasi produk untuk dapat diakses oleh konsumen.

“Dalam hal ini, Buka Pengadaan menawarkan beragam produk dimulai dari produk elektronik, IT, MRO (maintenance, repair, dan operational), perlengkapan rumah tangga hingga produk di bidang jasa seperti jasa perawatan dan konstruksi,” jelasnya.

Selain itu, Hita menambahkan bahwa produk virtual juga mendominasi penjualan di Buka Pengadaan. Banyak perusahaan yang memanfaatkan jasa Buka Pengadaan untuk membayar dan membeli voucher telpon, bayar listrik, hingga membayar BPJS.

“Sehingga apapun kebutuhan dari konsumen Buka Pengadaan, dapat terpenuhi dalam satu pintu pengelolaan,” terangnya.

Sebagai informasi, di 2019, BukaPengadaan mencatat 500 buyer, 5.000 purchase order, dengan rata-rata nilai per transaksi sebesar 150 juta rupiah. Dalam 7 bulan terakhir, BukaPengadaan juga mencatat pertumbuhan 30 persen untuk rata-rata perusahaan baru yang bertransaksi.

“Dalam 3 bulan terakhir, BukaPengadaan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan 3 kali lipat rata - rata di setiap bulannya,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bukalapak

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top